Jangan Asal Masuk Kulkas! Ini Tips Awetkan Sayur saat Kemarau

  • 30 Agt 2026 13:33 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Suhu udara yang tinggi dan cuaca panas menyengat selama musim kemarau kerap membuat stok bahan makanan di rumah cepat layu dan membusuk. Laju penguapan yang tinggi serta kelembapan udara yang tidak stabil menjadi pemicu utama buah dan sayur lebih cepat rusak dibanding biasanya.

Kondisi ini tentu merugikan masyarakat karena meningkatkan risiko pemborosan bahan pangan. Untuk menyiasatinya, diperlukan teknik penyimpanan yang tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis bahan makanan.

Berikut beberapa tips praktis dari para ahli tata boga dan kebersihan pangan untuk menjaga kesegaran buah dan sayur selama musim kemarau:

  • Jangan Cuci Sebelum Disimpan: Hindari mencuci buah dan sayur jika tidak langsung dikonsumsi. Sisa air yang tertinggal di permukaan kulit akan memicu kelembapan berlebih yang mempercepat tumbuhnya jamur dan proses pembusukan. Cuci bersih hanya saat bahan makanan hendak diolah.
  • Pisahkan Buah Penghasil Etilen: Beberapa jenis buah seperti pisang, apel, dan alpukat memproduksi gas etilen yang tinggi selama proses pematangan. Simpan buah-buahan ini terpisah dari sayuran hijau agar sayuran tidak cepat menguning dan layu.
  • Gunakan Teknik Kertas atau Paper Towel: Saat menyimpan sayuran daun (seperti bayam, kangkung, atau sawi) di dalam wadah kedap udara atau plastik kulkas, lapisi bagian bawahnya dengan tisu dapur (paper towel). Tisu berguna menyerap kelembapan berlebih tanpa membuat sayuran menjadi kering.
  • Bungkus Batang Sayuran dengan Air: Untuk sayuran berbatang seperti seledri, daun bawang, atau asparagus, potong sedikit ujung bawah batangnya lalu letakkan secara berdiri di dalam wadah berisi sedikit air bersih (seperti merangkai bunga). Simpan di dalam kulkas untuk menjaga kesegarannya lebih lama.
  • Simpan Bahan Tertentu di Suhu Ruang yang Sejuk: Tidak semua bahan makanan cocok dimasukkan ke dalam kulkas. Kentang, ubi, bawang merah, dan bawang putih justru lebih tahan lama jika disimpan di tempat bersuhu ruang yang kering, memiliki sirkulasi udara baik, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  • Gunakan Lemari Es dengan Suhu Optimal: Pastikan suhu area chiller atau laci khusus sayur (crisper drawer) diatur pada kisaran 1°C hingga 4°C. Jaga kestabilan suhu kulkas dengan tidak terlalu sering membuka pintunya di tengah cuaca panas.

Dengan menerapkan metode penyimpanan yang tepat, kualitas nutrisi dan kesegaran stok pangan harian tetap terjaga meski di tengah cuaca kemarau yang ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....