Tren Makanan Rebusan yang Lagi Viral

  • 01 Des 2025 15:00 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung: Belakangan ini, semakin banyak orang terutama generasi muda yang menggemari makanan rebusan atau kukusan sebagai pilihan sarapan atau camilan. Menu-menu sederhana seperti telur rebus, ubi atau singkong rebus, jagung rebus, talas, atau sayuran kukus menjadi populer

Fenomena ini mendapat sorotan dari pihak kesehatan karena dibandingkan jajanan berminyak atau makanan cepat saji, rebusan dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat. Mengapa makanan rebusan cenderung sehat berikut penjelasanya

1. Lebih Mudah Dicerna & Ringan untuk Pencernaan

Proses perebusan atau pengukusan melunakkan serat serta jaringan sayur atau umbi, sehingga lebih mudah dipecah oleh sistem pencernaan — cocok bagi orang dengan perut sensitif, anak-anak, atau orang tua. Karena teksturnya lunak dan mudah dikunyah, rebusan membantu mengurangi beban kerja lambung dan usus.

2. Rendah Lemak & Kalori

Rebusan/kukusan umumnya dimasak tanpa minyak: ini menjadikannya pilihan rendah lemak dibandingkan makanan digoreng atau berlemak. Karena kalori lebih terkendali, makanan rebusan mendukung program penurunan berat badan dan gaya hidup sehat.

3. Nutrisi dan Antioksidan dari Sayur & Umbi

Beberapa jenis sayuran atau umbi yang direbus dapat meningkatkan bioavailabilitas senyawa bermanfaat misalnya antioksidan, beta-karoten, dan nutrisi lain. Makanan rebusan juga membantu meminimalkan residu pestisida atau mikroorganisme karena pemanasan dan perebusan — dengan catatan kebersihan dan proses masak dilakukan dengan benar.

4. Membantu Hidrasi & Memberi Efek Kenyang Lebih Lama

Karena sebagian besar sayur atau umbi punya kandungan air cukup tinggi, rebusan membantu menambah asupan cairan, terutama jika dikonsumsi bersama air kaldu atau kuah. Kandungan serat plus air membuat rebusan memberi rasa kenyang lebih tahan lama, membantu mengontrol nafsu makan.

5. Potensi Menurunkan Risiko Penyakit Metabolik & Penyakit Kronis

Dengan konsumsi lemak dan kalori tercukupi tanpa kelebihan, serta asupan serat dan antioksidan dari sayur/umbi, diet rebusan bisa mendukung kesehatan jantung, mengontrol berat badan, dan menurunkan risiko penyakit degeneratif.

Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat meningkat banyak orang mencari alternatif selain gorengan atau makanan cepat saji. Tren media sosial mendorong generasi muda mencoba cara sarapan baru: sederhana, cepat, tapi tetap bergizi — termasuk rebusan & kukusan. Praktik tanpa minyak, tanpa lemak tambahan, serta cara masak yang sederhana membuat rebusan cocok sebagai bagian dari diet moderat atau diet penurunan berat badan.

Bagaimana Memaksimalkan Manfaat Rebusan / Kukusan

  1. Gunakan air rebusan, jika memungkinkan buat sup atau kaldu sehingga nutrisi terlarut di air tidak dibuang sia-sia.
  2. Jangan terlalu lama merebus, cukup sampai bahan lunak, agar kehilangan vitamin/mineral larut air bisa diminimalkan.
  3. Padukan dengan sumber lemak sehat & protein, agar tubuh tetap mendapat vitamin larut lemak dan asam amino esensial.
  4. Variasikan jenis makanan, sayur, umbi, biji-bijian, protein, agar nutrisi tetap seimbang.
  5. Perhatikan kebersihan & penyimpanan, simpan dengan benar agar makanan tidak cepat basi dan terkontaminasi.

Makanan rebusan dan kukusan mulai dari ubi, jagung, talas, sayuran, hingga telur rebus memang sedang naik daun sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Secara ilmiah, metode ini menawarkan keuntungan nyata: kemudahan cerna, rendah lemak, potensi nutrisi baik, serta cocok bagi mereka yang ingin mengontrol berat badan. Namun perlu diingat bahwa ada trade-off: beberapa vitamin mudah hilang bila proses perebusan tidak tepat dan agar nutrisi seimbang Anda tetap perlu mengombinasikan dengan lemak sehat atau sumber protein.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....