Mengenal Ube Doux, Kreasi Dessert Serba Ubi Ungu

  • 31 Okt 2025 12:48 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Dari dapur kecil di Teluk Betung, seorang perempuan muda bernama Dilla menghadirkan kreasi dessert unik yang kini mulai digemari pecinta kuliner manis di Lampung. Melalui brand Ube Doux, Dilla menjadikan ubi ungu—bahan yang biasa ditemui di pasar tradisional—sebagai bintang utama dalam setiap produknya.

Usaha ini berdiri sejak Februari 2025. Meski masih tergolong baru, perkembangan Ube Doux terbilang pesat. Dalam waktu tiga bulan saja, Dilla sudah berhasil mendapatkan sertifikat halal dari MUI, menandakan keseriusannya dalam membangun brand yang terpercaya.

“Awalnya aku cuma pengen punya usaha sampingan sambil kerja. Tapi pengen beda, pengen bikin sesuatu yang belum banyak dijual di Lampung. Akhirnya kepikiran bikin olahan dari ubi ungu,” ujar Dilla kepada RRI.co.id, Jumat (31/10/2025).

Dari ide sederhana itu, lahirlah empat menu utama Ube Doux. Menu paling populer adalah Goguma Ppang, roti ubi ungu ala Korea berisi keju leleh dengan lapisan mochi lembut. Selain itu ada Ube Cookies yang terbuat dari tepung ubi ungu, Ube Cheesecake dengan cita rasa keju premium berpadu lembutnya ubi, dan Creamy Ube Sago, minuman segar berisi nata de coco, sagu mutiara, serta milk cheese buatan sendiri.

Dilla memilih ubi ungu karena menurutnya bahan ini serbaguna dan punya rasa khas yang bisa diolah menjadi beragam menu menarik.

“Ubi ungu itu fleksibel banget, bisa diolah jadi apa aja asal kita kreatif,” kata Dilla.

Seluruh proses produksi masih dilakukan secara manual. Dalam sehari, Dilla bisa mengolah hingga lima kilogram ubi ungu yang ia dapatkan dari petani lokal dan pasar Gudang Lelang Bandarlampung.

Untuk urusan pemasaran, Dilla memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Strategi ini berhasil menarik perhatian publik, bahkan beberapa video Ube Doux sempat viral dengan jutaan penonton. Ia juga menggandeng food influencer di Lampung agar produknya semakin dikenal.

“Dari TikTok sempat tembus dua juta viewers," katanya, menambahkan. "Itu benar-benar bantu banget.”

Namun, Dilla tak menampik bahwa menjalankan bisnis kuliner bukan tanpa tantangan. Ia sempat kesulitan saat harga bahan baku melonjak, terutama cream cheese yang menjadi bahan utama salah satu produknya. Selain itu, viralitas juga menjadi ujian tersendiri.

“Aku pengen orang beli bukan karena viral, tapi karena rasanya," kata Dilla. "Jadi aku jaga konsistensi rasa biar orang balik lagi karena suka."

Ke depan, Dilla berharap Ube Doux bisa memiliki toko offline sendiri agar lebih mudah dijangkau pelanggan.

“Sekarang masih di Teluk, banyak yang bilang jauh," katanya, menambahkan. "Semoga tahun depan bisa punya toko di tengah kota."

Dengan kreativitas dan tekad kuat, Dilla membuktikan bahwa bahan sederhana seperti ubi ungu bisa diolah menjadi dessert kekinian yang berkelas. Melalui Ube Doux, ia tak hanya memperkenalkan cita rasa baru, tetapi juga mengangkat potensi bahan lokal Lampung ke level yang lebih tinggi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....