Kue Pancong: Gurih, Jadul, Tapi Bikin Rindu

  • 19 Okt 2025 20:27 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung : Siapa yang bisa nolak wangi gurih kue pancong yang baru matang, apalagi saat disajikan hangat dengan taburan gula pasir di atasnya? Kue berbentuk setengah lingkaran ini memang jadi salah satu jajanan kaki lima yang masih bertahan di tengah gempuran camilan kekinian. Tapi, tahukah kamu kalau kue pancong punya cerita panjang yang berakar dari budaya Betawi?

Kue pancong adalah kue tradisional berbahan dasar kelapa parut, tepung beras, santan, dan sedikit garam. Adonannya dimasak dalam cetakan khusus (mirip cetakan kue pukis), menghasilkan bentuk setengah lingkaran dengan bagian luar yang renyah dan dalam yang lembut. Rasanya gurih, dan biasanya dinikmati dengan taburan gula pasir sebagai topping.

Asal usul kue pancong erat kaitannya dengan masyarakat Betawi, suku asli Jakarta. Dalam sejarahnya, kue ini merupakan bagian dari jajanan pasar yang umum disajikan dalam acara-acara adat seperti selametan, pernikahan, dan arisan kampung.

Soal nama, "pancong" sendiri belum memiliki catatan resmi mengenai arti khususnya, tapi ada yang menyebutkan bahwa itu berasal dari cara penyajiannya yang dipotong atau “dipancong” dari cetakan. Ada juga yang bilang, nama ini dipengaruhi oleh bunyi atau istilah lokal khas Betawi zaman dulu.

Kue pancong juga dikenal dengan nama berbeda di daerah lain:

  • Bandung & sekitarnya: Kue Bandros

  • Jawa Tengah & Jawa Timur: Kue Gandos atau Trandol

  • Bali: Kadang disebut Kue Daluman versi cetakan

Meski beda nama, bahan dan cara membuatnya relatif mirip: dominan kelapa parut, rasa gurih, dan dimasak dalam cetakan khas.

Kue pancong bukan cuma jajanan biasa. Di balik rasanya yang sederhana, tersimpan cerita panjang tentang tradisi, budaya, dan kebersamaan masyarakat Betawi. Di tengah tren kuliner yang terus berubah, kue pancong tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang.

Jadi, kalau kamu nemu penjual kue pancong di pinggir jalan, jangan ragu buat mampir. Sekali gigit, kamu bukan cuma menikmati camilan gurih, tapi juga sepotong kecil sejarah kuliner Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....