Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Pare
- 17 Jun 2025 19:51 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Pare adalah buah hijau berbintik dari keluarga labu-labuan yang sering dimasak sebagai sayuran. Lantas, apa yang terjadi jika kita makan pare setiap hari?
Belakangan, pare memang cukup populer dalam bentuk suplemen. Kandungan senyawa alami di dalam pare dipercaya memiliki beragam manfaat kesehatan.
Dalam satu porsi sekitar 100 gram (g) pare mengandung serat yang cukup tinggi serta vitamin dan mineral penting. Sebut saja vitamin C, folat, dan kalium.
| Baca juga: Ini Cara Membedakan Kurma Asli dan Palsu |
Kandungan serat pada pare juga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama. Vitamin C berperan sebagai antioksidan kuat yang mendukung sistem imun, sedangkan kalium berkontribusi dalam menjaga keseimbangan tekanan darah.
Dengan kalori yang rendah namun kaya nutrisi, pare menjadi pilihan sehat untuk mendukung pola makan seimbang.
Yang terjadi pada tubuh saat makan pare setiap hari
Di Indonesia pare banyak diolah jadi banyak sajian. Salah satunya dikukus sebagai teman siomay lalu dibanjur bumbu kacang dan kecap.
| Baca juga: 5 Buah Pereda Sakit Kepala |
Selain itu, pare juga bisa ditumis seperti sayuran pada umumnya.
Tapi, apa yang terjadi pada tubuh saat makan pare setiap hari? Berikut di antaranya, melansir Very Well Health.
1. Kadar gula darah turun
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pare secara rutin dalam dosis tertentu, sekitar 2 ribu miligram (mg) per hari, dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Dalam studi terhadap penderita prediabetes, pare terbukti memiliki efek menurunkan gula darah dibandingkan plasebo.
Meski menjanjikan, diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya secara klinis dan jangka panjang.
2. Tekanan darah turun
Beberapa orang menggunakan pare sebagai terapi tambahan untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Namun, sejauh ini hasil penelitian masih beragam.
Sebagian studi menunjukkan bahwa pare belum memberikan dampak signifikan terhadap tekanan darah, sehingga perlu kajian ilmiah lebih besar untuk mengetahui potensinya secara pasti.
3. Risiko kanker turun
Pare mengandung senyawa bioaktif seperti triterpenoid, asam fenolik, dan flavonoid yang menunjukkan potensi antikanker dalam studi laboratorium dan hewan. Senyawa ini diyakini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu.
Meski hasilnya menjanjikan, manfaat ini masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih luas pada manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....