Asal Mula Kwetiau Kuliner Tionghoa yang Mendunia

  • 21 Mei 2025 13:15 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN Bandar Lampung : Kwetiau adalah salah satu hidangan berbahan dasar mie beras pipih yang sangat populer di Indonesia, terutama di daerah Sumatera seperti Medan dan Pekanbaru. Namun, di balik kelezatannya, kwetiau memiliki sejarah panjang yang berakar dari budaya Tionghoa. Yuk, simak asal usulnya!

Kata "kwetiau" berasal dari bahasa Hokkian, yaitu kway teow” (粿條), yang secara harfiah berarti “mie dari tepung beras”. Makanan ini pertama kali dikenal di daerah Fujian dan Guangdong di Tiongkok Selatan, di mana masyarakat setempat mengembangkan berbagai jenis mie dari bahan non-gandum seperti beras, karena iklim di sana lebih cocok untuk menanam padi.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, banyak warga Tionghoa bermigrasi ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Mereka membawa serta tradisi kuliner, termasuk kwetiau, yang kemudian beradaptasi dengan bahan lokal dan selera masyarakat setempat.

Di Indonesia, peranakan Tionghoa mengembangkan kwetiau goreng, kwetiau siram, dan kwetiau kuah yang dipadukan dengan bumbu khas Nusantara seperti kecap manis, bawang putih, dan sambal. Kwetiau pun menjadi makanan yang bisa dinikmati siapa saja, baik di warung kaki lima hingga restoran besar.

Kini, kwetiau hadir dalam berbagai bentuk dan variasi:

  • Kwetiau Goreng – digoreng kering dengan kecap, telur, dan daging.
  • Kwetiau Kuah – disajikan dalam kuah gurih seperti sup.
  • Kwetiau Siram – kwetiau disiram dengan tumisan berkuah kental berisi daging dan sayur.
  • Char Kway Teow (Malaysia/Singapura) – versi khas dengan aroma gosong (wok hei) dan seafood.

Dalam tradisi Tionghoa, mie sering kali melambangkan umur panjang. Meski kwetiau tidak sepanjang mie gandum biasa, namun tetap menjadi bagian penting dalam budaya makan bersama, terutama dalam acara perayaan dan keluarga besar.

Kwetiau bukan hanya makanan lezat, tetapi juga simbol perpaduan budaya. Dari Tiongkok hingga dapur-dapur Indonesia, kwetiau berkembang dan diterima sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara. Kini, siapa pun bisa menikmati sepiring kwetiau hangat dengan rasa yang kaya akan sejarah dan makna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....