Fenomena Doom Scrolling: Mengapa Kita Terjebak dan Bagaimana Mengatasinya?

  • 28 Jul 2024 16:24 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Dalam beberapa tahun terakhir, istilah doomscrolling semakin sering terdengar, terutama di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan akses informasi yang tak terbatas. Komunitas Gaya Hidup Minimalis Indonesia melalui akun Instagram @lyfewithless menyampaikan, bahwa doomscrolling merujuk pada kebiasaan seseorang yang terus-menerus menggulir dan membaca berita negatif atau informasi yang menimbulkan kecemasan, meskipun hal tersebut membuat mereka merasa lebih buruk. Fenomena ini sering terjadi pada malam hari, ketika seseorang seharusnya beristirahat, namun malah terjaga dan terus-menerus membaca berita yang membuat mereka cemas atau khawatir.


Lantas, Mengapa Kita Terjebak dalam Doomscrolling?

Informasi yang Berlimpah: Di era digital ini, informasi sangat mudah diakses. Platform media sosial dan berita online selalu menyediakan update terbaru, seringkali dalam bentuk berita buruk atau negatif karena berita semacam ini lebih menarik perhatian.

Ketidakpastian Global: Peristiwa global seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan konflik politik sering kali mendominasi berita utama. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh isu-isu ini membuat orang merasa perlu untuk terus memantau perkembangan terbaru.

Kecenderungan Alamiah Otak: Otak manusia secara alami lebih peka terhadap informasi negatif sebagai mekanisme bertahan hidup. Informasi negatif cenderung menarik perhatian lebih banyak karena secara evolusioner, mengetahui bahaya adalah kunci untuk bertahan hidup.

Karena dampaknya yang cukup berbahaya untuk kesehatan fisik maupun mental kita, maka perilaku doomscrolling harus diatasi dengan beberapa cara. Pertama, tetapkan batasan waktu saat mengakses media sosial dan berita, misalnya hanya 30 menit di pagi hari dan 30 menit di malam hari. Kedua, fokus pada kegiatan positif, seperti membaca buku, berolahraga, atau menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman.


Ketiga, kurasi sumber informasi dengan memilih sumber berita yang kredibel dan hindari platform yang cenderung menyebarkan berita sensasional atau tidak terverifikasi. Keempat, latihan mindfulness atau meditasi dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan fokus. Terakhir, jauhi perangkat elektronik sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Dengan lebih menyadari penggunaan perangkat elektronik dan menyerap informasi sesuai kebutuhan, maka hidup kita akan lebih tenang dan berkualitas.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....