Apotek di Bandarlampung Sudah Tak Jual Obat Sirup Anak

  • 23 Okt 2022 17:03 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Pasca ditemukannya kasus anak gagal ginjal di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh apotek untuk menyetop sementara penjualan paracetamol cair atau obat sirup anak.

Imbauan yang dikeluarkan itu mendapat respon dari pemilik dan pengelola apotek di Kota Bandarlampung.

Pasalnya, sejumlah apotek di Kota Bandarlampung sudah tidak lagi memajang obat sirup yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut misterius hingga menimbulkan korban jiwa.

Bahkan, pemilik dan pengelola apotek di Bandarlampung langsung menarik dan tidak lagi memajang obat sirup yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut misterius hingga menimbulkan korban jiwa.

"Waktu dapat pemberitahuan dari Kemenkes mengenai paracetamol cair lewat pesan berantai, saya langsung menarik obat batuk berbentuk sirup," tutur Uki, seorang pemilik apotek di Kecamatan Way Halim, Minggu (23/10/2022).

Senada dengan Melda, pemilik apotek lainnya. Wanita ini juga mengaku langsung melakukan penarikan terhadap segala obat yang berbentuk cair setelah mendapatkan pemberitahuan.

"Katanya mengandung bahan baku pengencer obat cair. Katanya bahaya. Jadi memang sudah kami tarik," terangnya.

Meskipun sebenarnya lanjut Melda, selama ini masyarakat cukup meminati penggunaan paracetamol cair.

"Ya mungkin karena dosisnya yang lebih rendah dibandingkan dengan paracetamol tablet," pungkas Melda.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menemukan satu kasus gagal ginjal akut pada anak. Pasien tersebut merupakan anak berusia 11 bulan asal Kota Bandarlampung.

Namun pada perkembangannya, jumlah kasus bertambah menjadi dua balita, yang terdeteksi mengalami gejala gagal ginjal akut, yang merupakan warga Kota Bandarlampung.

Kini kedua pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek.

Terhadap temuan kasus tersebut, Dinas Kesehatan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen darah, tes usap nasofaring, serta pemeriksaan terhadap obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....