Kenali Perbedaan Intoleransi Laktosa dan Alergi Susu

  • 07 Okt 2026 15:19 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Orang tua perlu memahami perbedaan antara intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi pada anak. Meski sama-sama dapat menimbulkan reaksi setelah mengonsumsi susu, keduanya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Dokter sekaligus pemerhati kesehatan, dr. Ardi Santoso, menjelaskan, dalam dunia medis tidak dikenal istilah alergi laktosa. Kondisi yang tepat adalah intoleransi laktosa atau alergi protein susu sapi. Melalui instagram resmi @ardisantoso, mengatakan bahwa alergi protein susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi.

Anak yang telah didiagnosis mengalami kondisi ini perlu menghindari sumber protein susu sapi untuk mencegah munculnya reaksi alergi. Sementara itu, intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

Berbeda dengan alergi protein susu sapi, anak dengan intoleransi laktosa umumnya masih dapat mengonsumsi susu atau produk olahannya dalam jumlah tertentu, seperti yogurt dan keju. Menurut dr. Ardi, intoleransi laktosa pada anak usia di atas tiga tahun, terutama pada anak Asia dan Indonesia, dapat terjadi secara alami.

Hal ini berkaitan dengan produksi enzim laktase yang berkurang secara bertahap seiring pertambahan usia. Perbedaan tersebut juga penting diperhatikan dalam pemilihan susu formula, khususnya bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI.

Pada anak dengan alergi protein susu sapi, susu formula bebas laktosa saja tidak cukup. Formula yang diberikan perlu menggunakan protein yang telah dihidrolisis secara ekstensif atau berbasis asam amino, sesuai rekomendasi tenaga medis.

Sementara formula bebas laktosa hanya mengurangi atau menghilangkan kandungan laktosa, bukan protein susu sapi yang dapat memicu reaksi alergi. Karena itu, orang tua perlu mengenali kondisi anak dan tidak menyamakan intoleransi laktosa dengan alergi protein susu sapi.

Jika anak menunjukkan reaksi setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab dan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....