Terlalu Lama Pegang HP Picu Smartphone Pinky
- 20 Sep 2026 16:39 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Kebiasaan memegang telepon pintar dalam waktu lama ternyata dapat memberi tekanan berlebih pada jari kelingking. Terlebih, jika jari tersebut digunakan sebagai penopang utama bobot ponsel.
Kondisi ini kerap disebut smartphone pinky syndrome. Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, mengatakan tekanan berulang pada jari kelingking dapat memicu gangguan pada sendi dan jaringan di sekitarnya.
Melalui akun instagram resmi @adamprabata, ia menjelaskan bahwa beban ponsel yang terus bertumpu pada satu titik dapat menyebabkan repetitive strain injury atau cedera akibat tekanan berulang. Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri dan kekakuan pada sendi kelingking.
Tekanan yang berlebihan juga dapat memengaruhi jalur saraf ulnaris. Pada kondisi tertentu, hal ini dapat menimbulkan sensasi kesemutan atau kebas pada jari kelingking dan jari manis.
Meski demikian, istilah smartphone pinky syndrome belum merupakan diagnosis medis resmi tersendiri. Keluhan pada jari tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi dan penyebab medis masing-masing.
Untuk mencegah gangguan akibat penggunaan ponsel, dr. Aditya menyarankan agar pengguna mengubah cara memegang perangkat. Salah satunya dengan menggunakan kedua tangan saat mengetik maupun menggulir layar.
Penggunaan aksesori seperti phone grip atau pop socket juga dapat membantu mendistribusikan beban ponsel sehingga tidak hanya bertumpu pada jari kelingking. Selain itu, tangan perlu diberikan waktu istirahat.
Pengguna ponsel dianjurkan melakukan peregangan secara berkala, misalnya setiap 20 hingga 30 menit. Dengan mengatur cara memegang ponsel, membatasi penggunaan tanpa jeda, dan memberikan waktu istirahat bagi tangan, risiko nyeri maupun kekakuan akibat tekanan berulang dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....