Bukan Cuma Kulit, Gigi juga Bisa Menua, Begini Merawatnya

  • 22 Sep 2026 03:56 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar lampung - Ketika membicarakan healthy aging, perhatian sering kali tertuju pada kulit, rambut, berat badan, hingga kebugaran tubuh. Padahal, ada bagian lain yang juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, yakni gigi dan rongga mulut.

Gigi memang tidak tiba-tiba menjadi 'tua'. Namun, perubahan biologis dan paparan berbagai faktor selama puluhan tahun dapat membuat gigi lebih rentan mengalami masalah, mulai dari sensitivitas, perubahan warna, penurunan gusi, hingga kehilangan gigi.

Dokter gigi spesialis konservasi gigi, Christine Hendriono mengatakan kesehatan gigi seharusnya menjadi bagian dari konsep healthy aging. Sebab, fungsi gigi tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga kemampuan mengunyah, berbicara, memenuhi kebutuhan nutrisi, hingga kepercayaan diri.

"Ketika kita membicarakan penuaan yang sehat, kita tidak hanya ingin seseorang terlihat lebih muda, tetapi juga tetap memiliki fungsi tubuh yang baik. Gigi termasuk bagian penting karena berhubungan dengan kemampuan mengunyah, berbicara, nutrisi, dan tentu saja kepercayaan diri," ujar Christine dalam keterangannya.

Mengapa gigi berubah seiring bertambahnya usia?

Selama bertahun-tahun, gigi terus terpapar berbagai faktor, seperti makanan dan minuman, kebersihan mulut, riwayat gigi berlubang, penyakit gusi, hingga perawatan gigi yang pernah dilakukan.

Lapisan email dapat mengalami keausan secara perlahan akibat penggunaan sehari-hari. Sementara itu, perubahan pada gusi dapat membuat sebagian akar gigi lebih terekspos sehingga gigi menjadi lebih sensitif.

Warna gigi juga dapat berubah. Gigi bisa terlihat lebih kekuningan atau gelap akibat perubahan struktur bagian dalam gigi maupun noda dari makanan dan minuman, seperti kopi dan teh. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi.

Meski demikian, kehilangan gigi bukanlah sesuatu yang pasti terjadi hanya karena seseorang bertambah tua.

"Menjadi lebih tua tidak otomatis berarti harus kehilangan gigi. Banyak masalah gigi pada usia lanjut sebenarnya merupakan akumulasi masalah yang tidak ditangani sejak usia lebih muda," kata Christine.

Gigi goyang bukan selalu tanda penuaan

Gigi yang mulai goyang atau bergeser terkadang dianggap sebagai hal yang wajar pada orang yang lebih tua. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu merupakan bagian normal dari proses penuaan.

Masalah pada jaringan penyangga gigi, termasuk penyakit periodontal, dapat menyebabkan gigi kehilangan dukungan dan menjadi lebih mudah bergerak.

Kehilangan satu gigi juga dapat memengaruhi susunan gigi lainnya. Ketika gigi yang berfungsi untuk mengunyah hilang, misalnya, beban kunyah dapat berpindah ke gigi lain dan dalam jangka panjang memengaruhi fungsi serta keseimbangan gigitan.

Karena itu, gigi yang mulai goyang atau mengalami perubahan posisi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai konsekuensi bertambahnya usia.

Masalah gigi dan gusi juga tidak selalu menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Gigi berlubang, penyakit gusi, hingga masalah pada jaringan di sekitar akar gigi dapat berkembang perlahan sebelum akhirnya menimbulkan keluhan.

Kebiasaan memeriksakan gigi hanya ketika sakit dapat membuat masalah yang sebenarnya masih dapat ditangani menjadi lebih kompleks.

"Pemeriksaan rutin penting karena dokter dapat menemukan masalah sebelum kondisinya berkembang lebih jauh. Prinsipnya sama seperti menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan: pencegahan dan deteksi dini jauh lebih baik daripada menunggu masalah menjadi berat," ujar Christine.

Cara menjaga gigi tetap sehat

Menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang tidak selalu membutuhkan prosedur yang kompleks. Beberapa kebiasaan sederhana dapat menjadi fondasi utama. Berikut kebiasaannya:

1. Sikat gigi dua kali sehari

Penting untuk menyikat gigi dengan teknik yang benar dan menggunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu mengendalikan plak dan menurunkan risiko gigi berlubang

2. Jaga kesehatan gusi

Gusi yang mudah berdarah, bengkak, atau mengalami perubahan sebaiknya diperiksakan karena dapat menjadi tanda masalah periodontal

3. Batasi frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis serta asam

Paparan yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi

4. Jangan abaikan gigi yang retak, berlubang, atau sensitif

Semakin dini masalah ditangani, semakin besar peluang gigi dapat dipertahankan

5. Periksa gigi secara berkala

Pemeriksaan membantu dokter memantau kondisi gigi, gusi, dan jaringan pendukungnya serta menentukan perawatan yang diperlukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....