Keamanan Emosional Anak Bantu Otak Belajar Lebih Optimal

  • 16 Sep 2026 14:23 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Belajar bukan hanya soal nilai, peringkat, atau pencapaian akademik. Bagi anak, rasa aman dan nyaman secara emosional juga menjadi bagian penting agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik.

Psikolog anak, Anastasia Satriyo, mengatakan otak anak tidak dapat bekerja optimal ketika berada dalam kondisi tertekan atau merasa harus terus bertahan secara emosional. Melalui akun instagram resmi @anassatriyo, ia mengatakan bahwa rasa aman dapat muncul ketika anak merasa diterima, tidak dihakimi, dan tidak takut melakukan kesalahan.

Kondisi tersebut membuat anak lebih rileks, berani mencoba, serta lebih mudah memahami dan memecahkan masalah. Sebaliknya, tekanan seperti takut dimarahi, takut dibandingkan, atau merasa tidak cukup pintar dapat membuat anak kehilangan fokus dan minat belajar.

Anastasia menjelaskan, kondisi tersebut tidak selalu berarti anak malas belajar. Bisa jadi, anak sedang berada dalam kondisi emosional yang membuat dirinya lebih fokus melindungi diri daripada menerima pembelajaran.

Ia juga mengingatkan, tekanan yang terlalu besar terhadap nilai dan peringkat dapat membuat anak merasa dirinya hanya dihargai ketika berprestasi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi membuat anak sulit mengenali dirinya, mengalami kelelahan mental atau burnout, hingga kehilangan rasa ingin tahu.

Karena itu, pendekatan pembelajaran perlu memberi ruang bagi anak untuk memahami proses, termasuk ketika mengalami kesalahan atau kegagalan. Melalui pembelajaran reflektif, anak dapat diajak mengenali kekuatan dan hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Anak juga belajar memahami bahwa kegagalan bukan berarti dirinya tidak berharga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....