Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Tips Aman Berkendara
- 06 Sep 2026 20:41 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan. Abu yang menempel di kaca kendaraan dapat mengurangi jarak pandang, sementara partikel halus yang beterbangan berpotensi mengganggu pernapasan.
Karena itu, masyarakat yang harus berkendara di wilayah terdampak abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan kendaraan.
Berikut sejumlah tips aman berkendara saat terjadi hujan abu vulkanik:
Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman. Kondisi jalan dapat menjadi licin ketika abu bercampur dengan air. Jarak pengereman juga dapat bertambah.
Nyalakan lampu kendaraan. Lampu membantu meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama ketika abu mengurangi jarak pandang.
Jangan menggunakan wiper pada kaca yang dipenuhi abu dalam kondisi kering. Partikel abu vulkanik dapat bersifat abrasif dan berpotensi menggores permukaan kaca. Bersihkan kaca dengan air terlebih dahulu jika memungkinkan.
Tutup kaca jendela kendaraan. Hal ini membantu mengurangi masuknya abu ke dalam kabin dan mengurangi paparan terhadap pengemudi serta penumpang.
Gunakan masker atau respirator. Jika harus berkendara di kawasan yang terpapar abu, perlindungan pernapasan dapat membantu mengurangi partikel abu yang terhirup.
Periksa filter udara kendaraan. Abu vulkanik yang sangat halus dapat masuk ke sistem asupan udara. Setelah berkendara di kawasan terdampak, filter udara kendaraan perlu diperiksa dan dibersihkan atau diganti bila diperlukan.
Hindari berkendara jika jarak pandang sangat terbatas. Jika kondisi semakin buruk, pengemudi sebaiknya mencari lokasi yang aman dan menghentikan perjalanan sampai kondisi memungkinkan.
Waspadai kendaraan lain dan pengguna jalan. Pengendara sepeda motor, pesepeda, dan pejalan kaki juga dapat mengalami gangguan jarak pandang akibat abu.
Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas, dan perjalanan sebaiknya ditunda apabila kondisi jalan maupun jarak pandang tidak memungkinkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....