Jangan Tertukar! Ini Beda Heat Exhaustion dan Heatstroke yang Fatal

  • 30 Agt 2026 13:33 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Paparan suhu panas terik yang melanda dalam beberapa waktu terakhir perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan. Udara ekstrem tidak hanya memicu dehidrasi biasa, tetapi juga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti heat exhaustion (kelelahan akibat panas) hingga heatstroke (sengatan panas).

Meskipun sekilas terdengar serupa, keduanya merupakan kondisi medis yang berbeda dengan tingkat keparahan yang sangat jauh. Mengutip panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), heat exhaustion adalah respons tubuh terhadap kehilangan air dan garam berlebih melalui keringat, sedangkan heatstroke merupakan kondisi darurat medis yang dapat mengancam jiwa.

Masyarakat diimbau untuk mengenali perbedaan tanda dan gejala dari kedua kondisi tersebut agar tidak terlambat dalam memberikan pertolongan pertama:

  • Keringat Berlebih vs Kulit Kering Panas: Penderita heat exhaustion umumnya mengeluarkan keringat sangat banyak dengan kulit terasa dingin dan pucat. Sebaliknya, pada heatstroke, mekanisme pengatur suhu tubuh sudah gagal sehingga kulit penderita justru terasa sangat panas, merah, dan kering (tidak lagi mengeluarkan keringat).
  • Suhu Tubuh dan Kesadaran: Pada kelelahan panas (heat exhaustion), suhu tubuh biasanya masih di bawah 40°C dan penderita tetap sadar meski merasa pusing atau mual. Sementara pada heatstroke, suhu inti tubuh melonjak drastis hingga di atas 40°C yang disertai dengan kebingungan, bicara meracau, pingsan, hingga kejang.
  • Denyut Nadi: Heat exhaustion ditandai dengan denyut nadi yang cepat tetapi lemah, sedangkan heatstroke menunjukkan denyut nadi yang sangat cepat dan kuat.

Jika melihat seseorang mengalami gejala heat exhaustion, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah membawanya ke tempat yang berteduh atau ber-AC, melonggarkan pakaian, memberikan kompres air dingin pada leher atau ketiak, serta memberikan minum air sejuk secara perlahan.

Namun, jika timbul gejala heatstroke, segera hubungi layanan darurat atau bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat. Sambil menunggu bantuan medis, dinginkan tubuh penderita secepat mungkin menggunakan kain basah dingin atau es untuk mencegah kerusakan organ permanen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....