Orang Tua Wajib Tahu, Penyebab Anak Gampang Sakit saat Kemarau

  • 27 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Cuaca panas terik yang melanda selama musim kemarau memerlukan perhatian ekstra dari para orang tua. Pasalnya, perubahan suhu yang drastis dan paparan panas ekstrem sering kali membuat anak-anak lebih rentan terserang berbagai penyakit, mulai dari batuk, pilek, hingga demam tinggi.

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih dalam tahap perkembangan menjadi salah satu faktor utama mengapa mereka lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan di musim kemarau.

Berikut beberapa alasan medis dan lingkungan mengapa anak rentan sakit saat cuaca panas terik:

1. Risiko Dehidrasi Ringan hingga Berat

Anak-anak memiliki rasio luas permukaan tubuh yang lebih besar dibandingkan berat badannya, sehingga cairan tubuh mereka lebih cepat menguap saat cuaca panas. Ketika bermain di luar ruangan, anak sering kali lupa minum air putih, yang memicu dehidrasi. Dehidrasi dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat tenggorokan kering serta mudah terinfeksi kuman.

2. Bakteri dan Virus Lebih Cepat Berkembang

Suhu udara yang hangat dan kering merupakan kondisi ideal bagi beberapa jenis mikroorganisme untuk berkembang biak. Selain itu, paparan debu yang meningkat di musim kemarau menjadi media pembawa iritan dan kuman yang dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta alergi pada anak.

3. Paparan Suhu yang Berubah Drastis

Penggunaan pendingin ruangan (AC) dengan suhu sangat rendah setelah anak beraktivitas di bawah terik matahari dapat memicu heat shock. Perubahan suhu yang drastis ini mengganggu keseimbangan sistem imun dan pembuluh darah pada saluran pernapasan anak.

4. Gangguan Saluran Pencernaan

Saat cuaca panas, kebiasaan jajan sembarangan—seperti membeli es atau makanan di pinggir jalan yang terpapar debu dan panas—meningkat. Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri mudah memicu gangguan pencernaan seperti diare dan muntaber pada anak.

Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Kemarau:

  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Pastikan anak rutin minum air putih tanpa menunggu rasa haus.
  • Batasi Aktivitas Jam Terik: Hindari mengajak anak beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
  • Gunakan Pakaian Nyaman: Pilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan berwarna cerah.
  • Jaga Kebersihan Makanan: Pastikan anak selalu mencuci tangan sebelum makan dan menghindari jajan terbuka di area berdebu.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....