Tegur Keras Pengguna Vape, Menkes Budi: Jangan Bilang Vape Lebih Aman
- 15 Agt 2026 13:31 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan teguran keras kepada masyarakat, khususnya generasi muda (Gen Z), yang memilih beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik (vape) dengan anggapan bahwa vape lebih aman bagi kesehatan.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya (@bgsadikin), Menkes menepis anggapan salah kaprah tersebut dan mengingatkan bahwa kandungan dalam vape justru menyimpan bahaya yang amat besar bagi tubuh.
Kandungan Nikotin Setara Satu Bungkus Rokok
Budi Gunadi menyoroti bahwa desain pod vape disposable yang menyerupai gadget serta varian rasa buah-buahan kerap mengecoh para penggunanya. Padahal, konsentrasi nikotin di dalamnya sangat tinggi.
"Pod vape disposable yang 5% itu mengandung sekitar 40-50 mg nikotin, itu setara satu BUNGKUS rokok berisi 12-16 batang. Karena rasanya buah-buahan, kamu nggak sadar udah nyedot sebanyak itu," tulis Menkes Budi dalam unggahannya.
Ancaman Formaldehida hingga Logam Berat
Tak hanya nikotin, Menkes menjelaskan bahwa ketika cairan vape dipanaskan, akan keluar berbagai senyawa kimia berbahaya dan karsinogen pemicu kanker. Beberapa di antaranya meliputi formaldehyde (formalin), acrolein, hingga bahaya korosi logam berat seperti timbal dan nikel yang rontok dari kawat pemanas vape.
Menkes menekankan bahwa karena vape merupakan fenomena yang terbilang baru, data riset terkait dampak kanker jangka panjangnya memang belum sepenuhnya lengkap. Namun, risiko kerusakan organ paru-paru dan dampaknya bagi tubuh sudah sangat nyata.
Di akhir unggahannya, Menkes Budi mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan sesama kawan dan segera menghentikan kebiasaan merokok maupun mengisap vape. Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Mumpung masih ada waktu insaf, sentil temenmu. Suruh mereka segera ke Puskesmas buat Cek Kesehatan Gratis. Lakukan sekarang mumpung paru-parunya masih bisa diselametin!" imbau Budi Gunadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....