Batasi Konsumsi Telur Setengah Matang, Waspadai Risiko Salmonella
- 13 Agt 2026 07:03 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Telur menjadi salah satu sumber protein yang mudah diperoleh dan banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, cara pengolahan perlu diperhatikan, terutama ketika telur dikonsumsi dalam kondisi setengah matang.
Melansir Food and Drug Administration (FDA), telur segar, termasuk telur dengan cangkang yang bersih dan tidak retak, tetap berpotensi mengandung bakteri Salmonella. Bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan atau salmonellosis.
Risiko tersebut menjadi perhatian karena telur setengah matang belum tentu mencapai tingkat kematangan yang cukup untuk membunuh bakteri. FDA menyarankan telur dimasak hingga bagian putih dan kuning telur menjadi matang, atau tidak lagi dalam kondisi cair.
Infeksi Salmonella dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti diare, demam, kram perut, mual hingga muntah. Gejala umumnya mulai muncul dalam waktu 12 hingga 72 jam setelah seseorang terinfeksi.
Karena itu, tidak ada jumlah tertentu seperti satu atau dua butir telur setengah matang per hari yang dapat dianggap sepenuhnya aman dari risiko Salmonella. Semakin rendah tingkat kematangan telur, semakin penting memperhatikan faktor keamanan pangan, termasuk kualitas telur, penyimpanan dan proses pengolahannya.
FDA juga menyebut kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit berat akibat infeksi Salmonella, di antaranya anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Bagi masyarakat yang tetap ingin mengonsumsi telur dengan tekstur setengah matang atau digunakan dalam makanan yang tidak dimasak sempurna, penggunaan telur yang telah dipasteurisasi dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Selain itu, telur sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin dan dimasak secara menyeluruh. Langkah sederhana tersebut penting untuk menurunkan risiko penyakit akibat bakteri Salmonella.
Dengan demikian, yang perlu diperhatikan bukan sekadar membatasi jumlah telur setengah matang per hari, tetapi memastikan telur diolah dengan cara yang aman untuk mengurangi risiko infeksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....