Benarkah Nasi Putih Bikin Diabetes? Ini Penjelasan Bobby Ida

  • 07 Agt 2026 09:07 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Nasi putih kerap dituding sebagai penyebab diabetes dan kenaikan berat badan. Anggapan tersebut membuat banyak orang mulai mengurangi bahkan menghindari konsumsi nasi demi menjaga kesehatan.

Namun, jika nasi putih memang menjadi penyebab utama diabetes, mengapa masyarakat Jepang yang mengonsumsinya hampir setiap hari justru dikenal sebagai salah satu bangsa paling sehat di dunia?

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Bobby Ida, Fitness Influencer & Kreator Konten/YouTuber yang dikenal luas melalui kanal YouTube-nya yang membagikan edukasi seputar kebugaran, pola hidup sehat, olahraga, serta nutrisi. Melalui akun Instagram @bobbyida, ia menjelaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada nasi putih, melainkan pola makan secara keseluruhan.

Di Indonesia, porsi nasi dalam satu kali makan sering kali mendominasi isi piring. Lauk yang dikonsumsi juga umumnya berupa makanan yang digoreng, sementara porsi protein dan sayuran kaya serat relatif sedikit. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat setelah makan.

Sebaliknya, masyarakat Jepang menerapkan pola makan yang lebih seimbang. Porsi nasi dikonsumsi secukupnya, tidak berlebihan, kemudian dilengkapi dengan sumber protein seperti ikan, ayam, atau tahu, serta berbagai jenis sayuran yang kaya serat. Kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Perbedaan juga terlihat dari cara mengolah makanan. Banyak hidangan Jepang dimasak dengan metode yang lebih sehat, seperti dikukus, direbus, dipanggang, atau disajikan mentah. Teknik memasak tersebut cenderung menghasilkan makanan dengan kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah.

Sementara itu, berbagai hidangan di Indonesia masih didominasi proses menggoreng atau penggunaan santan dalam jumlah cukup banyak. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak jika dikonsumsi secara berlebihan.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah pilihan minuman. Banyak masyarakat Indonesia masih terbiasa mengonsumsi minuman berpemanis, mulai dari teh manis, kopi susu, hingga minuman kemasan. Padahal, konsumsi gula dari minuman menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap meningkatnya risiko diabetes.

Sebaliknya, masyarakat Jepang lebih banyak memilih air putih dan teh tanpa gula sebagai minuman sehari-hari.

Menurut Bobby Ida, menyalahkan nasi putih sebagai penyebab utama diabetes tidak sepenuhnya tepat. Risiko diabetes dan obesitas lebih dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, porsi makan, cara mengolah makanan, pilihan minuman, serta aktivitas fisik yang dijalani setiap hari.

"Intinya, nasi putih tidak sejahat yang banyak orang pikirkan. Yang jauh lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan, cara mengolah makanan, pilihan minuman, serta gaya hidup sehari-hari. Terkadang lebih mudah menyalahkan nasi daripada melakukan introspeksi terhadap pola makan dan gaya hidup kita sendiri," ujarnya.

Karena itu, menjaga keseimbangan gizi, memperbanyak konsumsi sayur dan protein, mengurangi makanan tinggi lemak, membatasi minuman manis, serta menerapkan gaya hidup aktif menjadi langkah yang jauh lebih efektif untuk menjaga kesehatan dibanding sekadar menghindari nasi putih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....