Langkah Nyata Eliminasi Penyakit Mematikan, menuju Indonesia Bebas Malaria
- 04 Agt 2026 10:18 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Malaria selama berabad-abad menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles ini masih menyebabkan ribuan kasus dan kematian setiap tahunnya, terutama di daerah tropis dan subtropis.
Namun, dengan upaya terpadu dan komitmen kuat, cita-cita untuk menghilangkan penyakit malaria sepenuhnya atau yang disebut eliminasi malaria kini menjadi target yang terus diperjuangkan.
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Kementerian Kesehatan terus memperkuat komitmen menuju Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di daerah. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.
Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian. Karena itu, pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025–2045 melalui berbagai intervensi, mulai dari program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Pemberian Obat Massal (Mass Drug Administration/MDA), Targeted Drug Administration (TDA), hingga Intermittent Preventive Treatment (IPTf) bagi kelompok berisiko.
"Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030," ujar Wamenkes Dante.
Eliminasi malaria bukan berarti menghilangkan nyamuk penularnya sepenuhnya, melainkan menghentikan penularan lokal penyakit ini di suatu wilayah atau negara. Artinya, tidak ada lagi kasus baru yang terjadi akibat penularan di dalam negeri, meskipun masih ada kemungkinan kasus masuk dari luar daerah.
Selanjutnya, status bebas malaria baru akan diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jika suatu negara telah berhasil mempertahankan kondisi tanpa penularan lokal selama minimal tiga tahun berturut-turut.
Indonesia telah menetapkan target eliminasi malaria secara nasional pada tahun 2030. Berbagai langkah strategis telah dijalankan pemerintah bersama berbagai pihak, antara lain:
- Pengendalian Vektor: Pembagian kelambu berinsektisida, penyemprotan insektisida di dalam rumah, serta pengelolaan lingkungan untuk mengurangi tempat berkembang biak nyamuk.
- Deteksi dan Pengobatan Dini: Memperluas akses pemeriksaan cepat dan pengobatan yang tepat serta gratis bagi penderita, agar tidak menularkan penyakit ke orang lain.
- Pengawasan dan Pemantauan: Memperkuat sistem pelaporan kasus, menelusuri kontak penderita, serta memantau potensi penularan di daerah rawan.
- Peningkatan Kesadaran: Mengedukasi masyarakat tentang cara penularan, gejala, dan pentingnya berobat ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam mendadak.
Di Provinsi Lampung sendiri, upaya eliminasi terus digalakkan mengingat beberapa daerah masih menjadi wilayah endemis. Pemerintah daerah bekerja sama dengan puskesmas dan kelurahan untuk memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan dan informasi yang cukup.
Eliminasi malaria tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak kesehatan saja, melainkan butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Hal sederhana yang bisa kita lakukan antara lain:
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk.
- Menggunakan kelambu saat tidur, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
- Segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami demam, menggigil, sakit kepala, atau mual yang tidak jelas penyebabnya.
- Membantu menyebarkan informasi benar tentang malaria dan tidak menolak pemeriksaan kesehatan.
Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat, cita-cita Indonesia bebas malaria bukanlah hal yang mustahil. Eliminasi malaria akan membawa dampak besar: mengurangi beban ekonomi keluarga akibat biaya pengobatan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang. Mari kita bergerak bersama, karena bebas malaria adalah hak setiap orang dan tanggung jawab kita semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....