Manfaat Susu bagi Pertumbuhan Anak Berdasarkan Penelitian

  • 31 Jul 2026 08:51 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta daya tahan tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih dengan didampingi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Setelah anak memasuki masa penyapihan, kebutuhan gizinya tetap tinggi karena masa balita merupakan periode pertumbuhan yang sangat pesat. Pada tahap ini, anak membutuhkan asupan energi, protein, vitamin, dan mineral yang cukup agar proses pertumbuhan berlangsung secara optimal. Salah satu sumber nutrisi yang dapat melengkapi kebutuhan tersebut adalah susu, terutama bagi anak yang tidak memiliki alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa.

Susu dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Selain protein, susu juga mengandung kalsium, fosfor, vitamin D, vitamin B12, riboflavin, dan kalium yang berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi, perkembangan otot, fungsi saraf, serta metabolisme tubuh. Kombinasi zat gizi tersebut menjadikan susu sebagai salah satu komponen penting dalam pola makan anak setelah selesai mengonsumsi ASI, terutama apabila dikonsumsi bersamaan dengan makanan bergizi seimbang.

Berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat konsumsi susu terhadap pertumbuhan anak. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition pada tahun 2019 oleh Kang dan kolega menganalisis 17 uji klinis acak yang melibatkan 2.844 anak usia 6–18 tahun.

Penelitian tersebut menemukan bahwa konsumsi susu dan produk olahannya secara rutin berkontribusi terhadap peningkatan massa tubuh tanpa lemak (lean body mass) dan massa otot, serta menurunkan persentase lemak tubuh dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi susu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susu memberikan manfaat nyata terhadap kualitas pertumbuhan tubuh anak, meskipun peningkatan tinggi badan tidak selalu berbeda secara signifikan pada seluruh penelitian yang dianalisis.

Kajian ilmiah yang dipublikasikan oleh Grenov, Larnkjær, Mølgaard, dan Michaelsen dalam Nestlé Nutrition Institute Workshop Series pada tahun 2020 juga menjelaskan bahwa konsumsi susu memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan linear anak. Kandungan protein berkualitas tinggi dalam susu mampu merangsang produksi Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), yaitu hormon yang berperan penting dalam pembentukan tulang dan pertumbuhan tinggi badan.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi badan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor genetik, kecukupan gizi secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan anak. Oleh karena itu, susu sebaiknya dipandang sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan satu-satunya faktor yang menentukan tinggi badan.

Temuan tersebut diperkuat oleh tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2023. Penelitian ini menyimpulkan bahwa susu sapi, baik susu standar maupun susu yang diperkaya zat gizi tertentu, tetap memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Kandungan protein, kalsium, dan vitamin D dalam susu mendukung perkembangan tulang serta membantu mempertahankan status gizi yang baik. Namun, peneliti juga mengingatkan bahwa manfaat susu akan lebih optimal apabila dikombinasikan dengan konsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri atas sayur, buah, ikan, telur, daging, kacang-kacangan, serta serealia.

Meskipun susu memiliki banyak manfaat, konsumsi susu tidak boleh berlebihan. Anak yang terlalu banyak minum susu dapat merasa cepat kenyang sehingga mengurangi nafsu makan terhadap makanan utama yang justru menyediakan berbagai zat gizi penting lainnya, seperti zat besi dan serat. Oleh karena itu, susu sebaiknya diberikan sesuai kebutuhan usia anak dan dijadikan pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Orang tua juga dianjurkan memilih jenis susu yang sesuai dengan usia anak dan memperhatikan kandungan gula tambahan agar tidak meningkatkan risiko kelebihan berat badan maupun masalah kesehatan gigi.

Secara keseluruhan, bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi susu setelah anak selesai mengonsumsi ASI dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan apabila menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Kandungan protein berkualitas tinggi, kalsium, vitamin D, serta berbagai mikronutrien lainnya membantu mendukung pembentukan tulang, otot, dan jaringan tubuh sehingga anak dapat tumbuh secara optimal. Namun, pertumbuhan yang baik tidak hanya bergantung pada susu, melainkan juga dipengaruhi oleh kecukupan gizi dari berbagai sumber makanan, aktivitas fisik yang teratur, tidur yang cukup, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala.

Sumber:

Kang K, Sotunde OF, Weiler HA. (2019). Effects of Milk and Milk-Product Consumption on Growth among Children and Adolescents Aged 6–18 Years: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Advances in Nutrition, 10(2), 250–261.

Grenov B, Larnkjær A, Mølgaard C, Michaelsen KF. (2020). Role of Milk and Dairy Products in Growth of the Child. Nestlé Nutrition Institute Workshop Series, 93, 77–90.

Isa DM, Krishnamoorthy R, Abdul Majid H. (2023). Standard vs. Nutrient-Enriched Cow's Milk and Its Impacts on Child Growth: A Systematic Review and Meta-Analysis. Nutrients, 15(6), 1425.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....