Jarang Ganti Handuk? Waspadai Bahaya yang Mengintai Kesehatan Kulit

  • 29 Jul 2026 14:28 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Handuk merupakan salah satu perlengkapan mandi yang digunakan setiap hari. Meski tampak bersih, handuk yang jarang dicuci atau tidak pernah diganti dapat menjadi tempat berkembang biaknya berbagai mikroorganisme yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Pakar kesehatan menjelaskan, handuk yang digunakan berulang kali akan menyerap air, keringat, minyak tubuh, serta sel-sel kulit mati. Kondisi lembap, terutama jika handuk digantung di kamar mandi dengan sirkulasi udara yang kurang baik, menjadi lingkungan ideal bagi bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya untuk berkembang.

Penggunaan handuk yang sudah terkontaminasi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kulit, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan handuk menjadi bagian penting dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Salah satu dampak yang paling sering terjadi adalah munculnya infeksi jamur pada kulit. Jamur mudah berkembang di lingkungan yang lembap dan dapat berpindah melalui handuk yang digunakan secara berulang tanpa dicuci. Kondisi ini berisiko menyebabkan keluhan seperti gatal, ruam kemerahan, hingga penyakit kulit seperti kurap.

Selain infeksi jamur, handuk yang kotor juga dapat menjadi media penyebaran bakteri, termasuk bakteri yang berasal dari kulit maupun lingkungan sekitar. Pada seseorang yang memiliki luka kecil atau daya tahan tubuh yang sedang menurun, bakteri tersebut dapat memicu infeksi pada kulit.

Masalah lain yang dapat muncul adalah timbulnya jerawat, terutama jika handuk digunakan untuk mengeringkan wajah. Minyak, debu, sisa kosmetik, dan bakteri yang menempel pada handuk dapat berpindah kembali ke kulit wajah sehingga berpotensi menyumbat pori-pori dan memperparah kondisi jerawat.

Handuk yang dipakai bersama anggota keluarga juga meningkatkan risiko penularan penyakit kulit. Berbagai infeksi, seperti kutu, kurap, hingga beberapa jenis infeksi bakteri, dapat berpindah melalui penggunaan handuk secara bergantian.

Tak hanya itu, handuk yang tidak pernah dicuci dalam waktu lama biasanya akan mengeluarkan bau tidak sedap akibat pertumbuhan bakteri dan jamur. Bau apek menjadi salah satu tanda bahwa handuk sudah dipenuhi mikroorganisme dan perlu segera dicuci.

Untuk menjaga kebersihan, para ahli menyarankan handuk mandi dicuci setelah digunakan sekitar tiga hingga lima kali atau setidaknya sekali dalam seminggu apabila digunakan oleh satu orang. Jika handuk dipakai setiap hari dalam kondisi lembap atau digunakan setelah berolahraga, frekuensi pencucian sebaiknya lebih sering.

Selain rutin mencuci, handuk juga perlu dijemur hingga benar-benar kering setelah digunakan. Menjemur handuk di tempat yang mendapat sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi kelembapan sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Masyarakat juga dianjurkan memiliki handuk khusus untuk tubuh dan wajah. Pemisahan ini bertujuan mengurangi perpindahan bakteri dari tubuh ke area wajah yang cenderung lebih sensitif.

Apabila handuk sudah terasa kasar, sulit menyerap air, berbau meski telah dicuci, atau serat kain mulai rusak, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Secara umum, handuk dianjurkan diganti setiap satu hingga dua tahun, tergantung pada kualitas bahan dan intensitas pemakaian.

Menjaga kebersihan handuk mungkin terlihat sebagai hal sederhana, namun kebiasaan tersebut memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit kulit. Dengan mencuci dan mengganti handuk secara rutin, masyarakat dapat mengurangi risiko infeksi sekaligus menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....