Temulawak vs Kunyit: Sekilas Mirip, ternyata Banyak Bedanya

  • 26 Jul 2026 20:41 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Temulawak dan kunyit kerap dianggap sebagai tanaman yang sama karena sama-sama berasal dari keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae) dan memiliki rimpang berwarna kuning. Padahal, keduanya merupakan tanaman yang berbeda dengan karakteristik, kandungan, hingga manfaat kesehatan yang tidak sepenuhnya sama.

Meski sama-sama sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan bahan jamu tradisional, mengenali perbedaan temulawak dan kunyit dapat membantu masyarakat memilih tanaman herbal yang sesuai dengan kebutuhan.

Perbedaan dari Bentuk dan Warna

Secara fisik, temulawak memiliki ukuran rimpang yang lebih besar dengan bentuk cenderung bulat dan bercabang. Daging rimpangnya berwarna kuning hingga jingga pucat serta memiliki aroma yang khas namun tidak terlalu tajam. Sementara itu, kunyit umumnya berukuran lebih kecil dengan bentuk memanjang. Warna daging rimpangnya lebih pekat, yakni kuning tua hingga oranye cerah, dan meninggalkan noda kuning yang lebih kuat saat dipotong atau diolah.

Rasa dan Aroma Berbeda

Temulawak memiliki rasa yang cenderung pahit dengan aroma yang lebih lembut. Karena itu, tanaman ini lebih sering diolah menjadi minuman herbal atau jamu. Di sisi lain, kunyit memiliki rasa sedikit pahit dengan sensasi hangat dan aroma yang lebih tajam. Kunyit lebih banyak digunakan sebagai bumbu masakan karena mampu memberikan warna kuning alami sekaligus memperkaya cita rasa makanan.

Kandungan Senyawa Aktif

Baik temulawak maupun kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan. Namun, komposisi senyawa aktif keduanya berbeda. Temulawak mengandung xanthorrhizol dalam jumlah lebih tinggi, senyawa yang banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung kesehatan hati, mengurangi peradangan, dan memiliki aktivitas antimikroba.

Sementara itu, kunyit dikenal kaya akan kurkumin, senyawa yang telah banyak diteliti terkait manfaatnya dalam membantu mengurangi peradangan, mendukung kesehatan sendi, serta berpotensi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Manfaat bagi Kesehatan

Dalam pengobatan tradisional Indonesia, temulawak sering dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan nafsu makan, mendukung fungsi hati, serta membantu mengatasi keluhan pencernaan. Adapun kunyit lebih sering digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan ringan, mengurangi peradangan, serta menjadi bagian dari pola makan sehat berkat kandungan antioksidannya.

Meski demikian, manfaat tersebut masih perlu dipahami dalam konteks bukti ilmiah yang terus berkembang. Konsumsi temulawak maupun kunyit sebaiknya tidak dijadikan pengganti pengobatan medis yang telah diresepkan tenaga kesehatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi temulawak atau kunyit dalam bentuk suplemen maupun jamu secara rutin, terutama jika memiliki penyakit tertentu, sedang hamil, atau mengonsumsi obat-obatan, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan. Dengan memahami perbedaan keduanya, masyarakat dapat memanfaatkan temulawak dan kunyit secara lebih tepat. Meski sekilas tampak serupa, kedua tanaman herbal ini memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda sesuai dengan kandungan alaminya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....