Tinggi Anak Tak Kunjung Naik? Coba Cek Kualitas Tidurnya

  • 17 Jul 2026 20:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar lampung - Banyak orang tua mengira tinggi badan anak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ia makan. Tak heran, ketika anak tampak lebih pendek dibanding teman sebayanya, perhatian langsung tertuju pada susu, vitamin, atau menambah porsi makan.

Faktanya, pertumbuhan anak tidak hanya bergantung pada asupan nutrisi. Ada faktor lain yang tak kalah penting, tetapi kerap luput dari perhatian, yakni kualitas tidur. Seberapa besarkah pengaruh tidur terhadap tinggi badan anak?

Hormon pertumbuhan paling aktif saat anak tidur

Tidur bukan sekadar waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Saat anak memasuki fase tidur nyenyak (slow-wave sleep), tubuh menjalankan berbagai proses penting, salah satunya melepaskan hormon pertumbuhan (growth hormone).

Menurut studi oleh Marco Zaffanello et al. di jurnal Frontiers in Endocrinology (2024), sebagian besar pelepasan hormon pertumbuhan terjadi pada awal tidur malam, tepat ketika anak berada dalam fase tidur paling dalam.

Hormon tersebut berperan penting dalam pembentukan tulang, otot, serta berbagai jaringan tubuh yang mendukung pertumbuhan tinggi badan.

Ini menunjukkan tidur yang terlalu singkat atau sering terganggu dapat mengurangi kesempatan tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal.

Anak tetap butuh nutrisi penting

Meski tidur memegang peran penting, bukan berarti anak bisa tumbuh tinggi hanya dengan tidur lebih lama. Pertumbuhan tetap membutuhkan 'bahan baku', yakni nutrisi.

Mengutip studi Esteban Puentes et al. di jurnal Economics and Human Biology (2016) tentang pertumbuhan anak, asupan protein pada usia 6 hingga 24 bulan berkaitan positif dengan pertumbuhan tinggi badan.

Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk jaringan baru, memperkuat tulang, serta mendukung berbagai proses pertumbuhan yang dipicu hormon pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan memang memberikan sinyal agar tubuh bertumbuh, tetapi proses tersebut tidak akan berjalan optimal apabila tubuh kekurangan nutrisi.

Tidur dan nutrisi saling melengkapi

Sejumlah studi di atas menegaskan, tidak tepat jika mengatakan tinggi badan anak lebih dipengaruhi oleh tidur daripada makanan, atau sebaliknya. Keduanya justru memiliki peran yang saling melengkapi.

Tidur berkualitas membantu tubuh memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal, sedangkan nutrisi menyediakan zat gizi yang dibutuhkan agar tulang dan jaringan tubuh dapat berkembang dengan baik.

Oleh karena itu, anak yang sudah makan cukup tetapi kurang tidur tetap berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya, tidur yang cukup juga tidak akan banyak membantu jika kebutuhan nutrisi hariannya tidak terpenuhi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....