Waspada BPA pada Galon Tua, Ancam Kesehatan Anak dan Perempuan
- 09 Jul 2026 09:14 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Dokter forensik DNA pertama Indonesia, dr. Djaja Surya Atmadja, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai paparan Bisphenol A (BPA) dari galon guna ulang yang telah digunakan dalam waktu lama. Menurutnya, senyawa tersebut berpotensi mengganggu sistem hormon, terutama pada anak-anak dan perempuan.
Peringatan tersebut disampaikan dr. Djaja dalam sebuah podcast bersama Prof. Rhenald Kasali. Ia menjelaskan bahwa BPA merupakan senyawa yang dapat bertindak sebagai synthetic hormone atau hormon sintetis sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh apabila terpapar secara terus-menerus.
"Kalau anak kecil terus-menerus mengonsumsi air yang terpapar BPA, dampaknya bisa berupa gangguan konsentrasi, gangguan tumbuh kembang, hingga gangguan perilaku," ujar dr. Djaja.
Ia menambahkan, perempuan menjadi kelompok yang lebih rentan terhadap paparan BPA karena sistem hormonalnya lebih sensitif. Menurutnya, paparan berkepanjangan berpotensi menyebabkan gangguan hormon, memengaruhi kesuburan, bahkan mengubah siklus hormonal. Selain itu, BPA juga diduga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara, meski hubungan tersebut masih terus menjadi bahan penelitian ilmiah.
Dalam perbincangan tersebut, dr. Djaja juga menyoroti hasil survei yang menunjukkan masih ada masyarakat yang menggunakan galon guna ulang hingga 11 sampai 13 tahun. Menurutnya, penggunaan dalam jangka waktu yang terlalu lama dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kualitas kemasan jika tidak dikelola sesuai standar.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Djaja mengimbau masyarakat untuk memeriksa kode plastik yang tertera di bagian bawah galon. Ia menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap galon berkode angka 7 yang berpotensi mengandung BPA.
Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali dalam podcast tersebut menyinggung bahwa sejumlah negara telah menerapkan pembatasan penggunaan BPA pada produk tertentu. Menurut dr. Djaja, kebijakan tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap potensi dampak BPA terhadap kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....