Ini 7 Bahaya Duduk Terlalu Lama, Obesitas hingga Picu Kanker Baca artikel CNN Indone

  • 10 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.Co.ID, Bandar Lampung - Bukan rahasia lagi, duduk terlalu lama tak baik untuk kesehatan. Memangnya, apa saja bahaya duduk terlalu lama?

Duduk terlalu lama boleh jadi gaya hidup keseharian banyak orang di zaman kiwari. Pekerjaan menuntut banyak orang untuk duduk di depan laptop selama berjam-jam.

Padahal, aktivitas duduk kerap dikaitkan dengan sedentary lifestyle alias gaya hidup minim gerak. Kebiasaan sedenter diketahui bisa merusak kesehatan secara perlahan.

Saking berbayanya, beberapa ahli dan media menjuluki kebiasaan duduk lama sebagai 'the new smoking'. Duduk terlalu lama dianggap sama berbahaya dengan kebiasaan merokok.

Bahaya duduk terlalu lama

Untuk lebih jelasnya, ikuti beberapa bahaya duduk terlalu lama berikut ini. Merangkum berbagai sumber, kesemuanya telah dibuktikan dalam penelitian.

1. Meningkatkan risiko kematian akibat kanker

Ini adalah studi teranyar tentang dampak buruk duduk terlalu lama. Mengutip The Guardian, duduk lebih dari 30 menit setiap hari ditemukan dapat meningkatkan risiko kanker.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine ini, melacak lebih dari 900 ribu orang selama satu dekade. Risiko kematian akibat kanker akan meningkat untuk setiap jam tambahan duduk.

Kendati demikian, peneliti juga menemukan, menyelangi kegiatan duduk lebih dari 30 menit dengan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan risiko. Cobalah bergerak setiap 30 menit dan berjalan-jalan singkat. Cara ini dapat memberikan manfaat luar biasa untuk kesehatan.

"Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Kabar baiknya, mengurangi waktu duduk dengan sesuatu yang sederhana seperti berjalan kaki dapat memberikan perlindungan," ujar penulis utama studi dari Glasgow University, Frederick Ho.

Ho mengatakan, pedoman saat ini umumnya berfokus pada aktivitas fisik intensitas sedang-tinggi. Namun, gerakan ringan juga tidak boleh diabaikan.

2. Meningkatkan risiko obesitas

Mengutip Better Health, menggerakkan otot membantu tubuh mencerna lemak dan gula yang dikonsumsi. Jika waktu dihabiskan hanya untuk duduk, maka pencernaan tidak berlangsung efisien. Akibatnya, lemak dan gula akan menumpuk di dalam tubuh dan memicu obesitas.

Penelitian mengatakan, aktivitas fisik sedang selama 60-75 menit per hari dibutuhkan untuk mengatasi bahaya duduk berlebihan.

3. Masalah pada punggung

Pinggul dan punggung tidak akan menopang tubuh dengan baik jika Anda duduk terlalu lama. Duduk membuat otot fleksor pinggul memendek. Kondisi ini dapat memicu masalah pada persendian di area pinggul.

Duduk dalam waktu lama juga dapat menyebabkan masalah pada punggung, terutama jika Anda duduk dengan postur yang buruk. Postur buruk dapat memperburuk kesehatan tulang belakang, seperti kompresi pada cakram di tulang belakang.

4. Kecemasan dan depresi

Kurangnya aktivitas fisik saling berkaitan dengan masalah mental seperti kecemasan. Hal ini dibuktikan dalam sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam BMC Public Health.

"Temuan dari tinjauan kami menunjukkan bahwa menghabiskan waktu lama dalam sehari dengan duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko kecemasan," ujar penulis utama Megan Teychenne, mengutip Psychology Today.

Kecemasan dapat menguras energi dan mengurangi motivasi seseorang untuk bergerak. Semakin tidak aktif seseorang, maka semakin besar kemungkinan mereka akan mengalami kecemasan dan depresi.

5. Penyakit jantung

Ini juga bukan rahasia lagi. Duduk terlalu lama bisa berdampak terhadap kesehatan jantung.

Menukil The Harvard Gazette, sebuah studi menunjukkan, gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan di antara mereka yang rutin berolahraga sekalipun.

Salah satunya adalah risiko gagal jantung dan kematian akibat kejadian kardiovaskular yang meningkat 40-60 persen saat seseorang kurang gerak atau tidak beraktivitas fisik lebih dari 10,6 jam per hari.

"Risiko gaya hidup sedentari tetap ada bahkan pada orang yang aktif secara fisik," ujar penulis utama studi dan ahli kardiologi Ezimamaka Ajufo.

6. Diabetes

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan, kurang gerak juga bisa meningkatkan risiko diabetes.

Namun, mengutip Harvard Health Publishing, tak diketahui pasti bagaimana aktivitas duduk berlebih dapat memicu diabetes. Hanya saja, para ahli sepakat bahwa hal ini terjadi lantaran efek metabolisme gula dan lemak yang terganggu saat terlalu sering duduk.

"Keduanya [metabolisme gula dan lemak] memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes dan penyakit jantung," ujar ahli kedokteran Harvard Medical School, I-Min Lee.

7. Masalah pembuluh darah

Duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan varises. Pasalnya, duduk membuat darah menumpuk di kaki.

Meski tidak berbahaya, namun dalam beberapa kasus, varises dapat menyebabkan pembekuan darah.

Selain itu, duduk terlalu lama juga dapat trombosis vena dalam (DVT). Kondisi ini merujuk pada gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh vena kaki.

DVT adalah masalah serius. Jika sebagian gumpalan darah itu terlepas dan bergerak, maka aliran darah ke bagian tubuh lain ikut terputus, termasuk paru-paru yang dapat menyebabkan emboli baru.

Manusia di zaman kiwari mungkin tak bisa menghindari aktivitas duduk dalam waktu lama. Namun, dengan memahami bahaya duduk terlalu lama di atas, Anda bisa menentukan cara-cara sederhana untuk mengimbanginya.

Misalnya, luangkan waktu singkat untuk bergerak ringan setelah duduk sekitar 30 menit. Lakukan secara rutin dan perlahan bahaya-bahaya yang mengancam akibat duduk lama bisa berkurang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....