Penyakit Hati, Ayo Deteksi sejak Dini Supaya Tahu Penanganannya
- 02 Jul 2026 12:43 WIB
- Bandar Lampung
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit hati merupakan ancaman serius karena berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika sudah mengalami sirosis atau kanker hati.
Menkes menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia diperkirakan baru mencapai sekitar 10 persen, masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menargetkan 90 persen kasus hepatitis terdeteksi dan 80 persen mendapatkan pengobatan.
“Jangan merasa sehat lalu tidak mau diperiksa. Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, sering kali penyakit sudah berada pada tahap lanjut,” ujarnya.
- Infeksi virus, seperti hepatitis A, B, C, D dan E
- Kebiasaan minum minuman beralkohol berlebihan
- Makanan berlemak berlebih sehingga timbul lemak di sel hati
- Pemakaian obat‑obatan atau ramuan yang tidak sesuai aturan
- Penyakit menurun atau kelainan bawaan
- Berat badan berlebih dan diabetes
- Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan
- Urin berwarna gelap, tinja berwarna pucat
- Mudah lelah dan lemah terus‑menerus
- Hilang selera makan
- Nyeri atau rasa penuh di bagian kanan atas perut
- Bengkak pada perut atau kaki
- Makan makanan sehat: banyak sayuran, buah, biji‑bijian dan protein
- Kurangi makanan berlemak, berminyak dan bergula tinggi
- Hindari atau batalkan pemakaian minuman beralkohol
- Minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan
- Jaga kebersihan makanan dan air minum
- Lakukan vaksinasi hepatitis jika tersedia
- Berolahraga teratur dan jaga berat badan seimbang
- Hindari berbagi alat tajam atau alat pribadi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....