Sering Ngopi di Coffee Shop? Waspadai Asupan Gula Harian, Jangan Melewati Batas!
- 30 Jun 2026 12:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Tren menjamurnya coffee shop di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah kebiasaan masyarakat, khususnya orang dewasa, dalam menikmati minuman. Secangkir kopi yang dahulu identik dengan minuman sederhana, kini hadir dalam beragam varian dengan tambahan sirup, gula, krimer, saus karamel, hingga whipped cream yang membuat cita rasa semakin manis dan menarik. Di balik popularitas tersebut, masyarakat perlu mengingat kembali pentingnya mengendalikan asupan gula harian. Tanpa disadari, satu gelas minuman kopi kekinian dapat menyumbang gula dalam jumlah yang cukup tinggi, terutama jika menggunakan takaran gula normal atau tambahan topping yang mengandung pemanis.
Kebiasaan mengonsumsi kopi kekinian tidak lagi hanya dilakukan sesekali. Bagi sebagian pekerja, mahasiswa, maupun masyarakat perkotaan, minuman tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Tidak sedikit yang membeli satu hingga dua gelas dalam sehari, baik sebagai teman bekerja, berkumpul bersama rekan, maupun sekadar mengikuti tren gaya hidup. Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara terus-menerus tanpa memperhatikan kandungan gula, maka total asupan gula harian berpotensi melebihi jumlah yang dianjurkan. Padahal, gula tidak hanya berasal dari minuman kopi, tetapi juga dari makanan ringan, minuman kemasan, makanan penutup, serta berbagai produk olahan lainnya yang dikonsumsi sepanjang hari.
Banyak konsumen juga belum menyadari bahwa pilihan ukuran minuman turut memengaruhi jumlah gula yang dikonsumsi. Semakin besar ukuran gelas, semakin banyak pula sirup atau pemanis yang digunakan dalam proses pembuatan. Penambahan topping seperti boba, jelly, es krim, saus karamel, maupun krim juga dapat meningkatkan kandungan gula secara signifikan. Kesadaran untuk membaca informasi kandungan gula pada produk masih tergolong rendah. Sebagian besar konsumen lebih mempertimbangkan rasa, harga, atau promo dibandingkan memperhatikan komposisi minuman yang dibeli. Padahal, saat ini sejumlah gerai kopi telah menyediakan pilihan tingkat kemanisan yang dapat disesuaikan dengan preferensi pelanggan.
Memilih tingkat gula yang lebih rendah menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi konsumsi gula tanpa harus menghentikan kebiasaan menikmati kopi. Selain itu, masyarakat juga dapat memilih kopi tanpa tambahan sirup, menggunakan susu rendah gula, atau memperbanyak konsumsi air putih setelah mengonsumsi minuman manis. Menjaga asupan gula harian menjadi bagian penting dalam menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi gula yang berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti kelebihan berat badan, obesitas, diabetes tipe 2, gangguan metabolisme, hingga masalah kesehatan gigi.
Perubahan gaya hidup modern yang semakin praktis membuat masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman. Minuman manis memang dapat memberikan rasa nyaman dan meningkatkan suasana hati dalam waktu singkat, namun konsumsi yang tidak terkendali berpotensi memberikan dampak bagi kesehatan apabila berlangsung terus-menerus. Momentum meningkatnya tren coffee shop juga dapat menjadi pengingat bahwa menikmati kopi tidak harus selalu identik dengan kadar gula yang tinggi. Berbagai pilihan minuman dengan tingkat kemanisan rendah maupun tanpa tambahan gula kini semakin mudah ditemukan di banyak gerai.
Masyarakat diharapkan dapat mulai membiasakan diri menghitung total konsumsi gula dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Langkah sederhana seperti mengurangi tambahan gula, memilih ukuran minuman yang lebih kecil, membatasi frekuensi membeli minuman manis, serta memperbanyak aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Di tengah berkembangnya industri kopi yang semakin kreatif dan inovatif, kesadaran akan pentingnya mengendalikan asupan gula menjadi hal yang tidak kalah penting. Dengan menikmati kopi secara lebih bijak dan memperhatikan kandungan gula dalam setiap sajian, masyarakat tetap dapat mengikuti tren tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....