Layanan Kesehatan Bagi Lansia: Pendukung Utama Usia Emas yang Bermutu

  • 22 Jun 2026 15:58 WIB
  •  Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh menurun dan risiko gangguan kesehatan semakin meningkat. Oleh karena itu, tersedianya layanan kesehatan yang sesuai kebutuhan menjadi hal yang sangat penting agar lansia tetap sehat, mandiri, dan nyaman menjalani hari.

Jenis Layanan Kesehatan yang Tersedia

  1. Pemeriksaan Kesehatan Berkala

    Dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit untuk memantau tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, fungsi jantung, hingga kepadatan tulang. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi penyakit sejak dini sebelum menjadi parah.

  2. Pelayanan Pengobatan dan Perawatan Lanjutan

    Meliputi pengobatan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau rematik, serta perawatan luka atau pemulihan pasca sakit. Ada juga layanan di rumah bagi lansia yang sulit berpergian.

  3. Pelayanan Rehabilitasi dan Kebugaran

    Seperti senam lansia, terapi fisik, latihan keseimbangan, hingga latihan fungsi tubuh agar lansia tetap dapat bergerak dan melakukan kegiatan sehari‑hari.

  4. Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Sosial

    Membantu mengatasi perasaan kesepian, cemas, atau perubahan suasana hati. Sering digabungkan dengan kegiatan kelompok agar lansia tetap bergaul dan merasa dihargai.

  5. Pendidikan Kesehatan untuk Lansia dan Keluarga

    Memberikan pengetahuan tentang pola makan, cara merawat diri, serta tanda bahaya penyakit yang perlu segera diperiksa ke tenaga kesehatan.

Cara Memanfaatkan Layanan Kesehatan

  • Datang ke puskesmas atau posyandu lansia terdekat secara teratur.
  • Gunakan jaminan kesehatan yang dimiliki untuk mempermudah akses pelayanan.
  • Libatkan anggota keluarga dalam merencanakan dan mendampingi saat pemeriksaan.
  • Tanyakan secara jelas kepada tenaga kesehatan mengenai cara menjaga kesehatan sehari‑hari.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan Kementerian Kesehatan terus memperluas layanan kesehatan ramah lansia melalui transformasi layanan primer. Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup termasuk kelompok lansia. Selain itu, sebanyak 9.013 puskesmas telah menyelenggarakan layanan perawatan jangka panjang dan 7.887 puskesmas telah menjadi puskesmas ramah lansia.

Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 6,8 juta lansia juga menunjukkan sejumlah faktor risiko kesehatan yang masih perlu menjadi perhatian. Sebanyak 95 persen lansia tercatat kurang melakukan aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah di atas normal, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan. “Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,” kata dr. Endang.

Layanan kesehatan bagi lansia bukan sekadar pengobatan saat sakit, melainkan upaya menjaga kesehatan agar kualitas hidup tetap terjaga. Dukungan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang ramah, serta peran aktif keluarga akan menjadikan usia emas sebagai masa yang sehat, tenang, dan bermanfaat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....