Kecap Manis Ternyata Bisa Jadi Pemicu Hipertensi, Ini Penjelasan Menkes
- 22 Jun 2026 09:21 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Kecap manis selama ini dikenal sebagai pelengkap makanan yang mampu menambah cita rasa. Namun, di balik rasa manisnya yang disukai banyak orang, ternyata tersimpan ancaman kesehatan yang tidak disadari banyak masyarakat, yakni risiko hipertensi akibat tingginya kandungan natrium.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @bgsadikin mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi kecap manis. Dalam video edukasi yang dibagikannya, Menkes menyoroti kebiasaan sebagian orang yang selalu menambahkan kecap ke berbagai jenis makanan seperti soto, penyetan, hingga aneka hidangan tradisional.
"Mentions teman-teman kamu yang kalau makan soto atau makan penyetan selalu dikecapin," ujar Budi dalam unggahannya.
Menurutnya, banyak orang mengira ancaman terbesar dari kecap manis berasal dari kandungan gulanya. Padahal, yang perlu diwaspadai justru kadar natrium atau garam yang sangat tinggi.
"Saya tidak menyangka bahwa kecap manis ini sangat tinggi natrium. Satu sendok makan kecap manis mengandung sekitar 350 sampai 500 miligram natrium," jelasnya.
Sebagai perbandingan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas konsumsi natrium maksimal 2.000 miligram per hari. Artinya, hanya dengan mengonsumsi sekitar empat sendok makan kecap manis, seseorang sudah dapat melampaui batas asupan natrium harian yang dianjurkan.
Menkes pun mengajak masyarakat untuk menyadari kebiasaan penggunaan kecap yang sering kali berlebihan. Ia mencontohkan makanan seperti gudeg, bacem, hingga sambal kecap yang menggunakan kecap manis dalam jumlah cukup banyak selama proses pengolahan maupun saat penyajian.
"Kecap manis sering menipu lidah karena rasanya tidak asin, sehingga dianggap aman. Padahal kandungan natriumnya tetap tinggi," katanya.
Natrium yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan retensi cairan atau penumpukan air, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi penggunaan kecap manis dalam makanan sehari-hari. Ia menyarankan agar konsumsi kecap cukup dibatasi sekitar satu sendok makan untuk seluruh makanan dalam satu piring.
Bagi masyarakat yang telah memiliki riwayat hipertensi, informasi ini menjadi pengingat penting untuk lebih memperhatikan pola makan dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter. "Mulai sekarang, kecap boleh, tapi harus ditakar," ucapnya.
Edukasi ini menjadi pengingat bahwa rasa manis tidak selalu berarti rendah garam. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih cermat membaca kandungan gizi makanan dan membatasi konsumsi natrium demi menjaga tekanan darah tetap normal serta mencegah berbagai penyakit kronis di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....