Sibuk Seharian? Olahraga Malam Tetap Jadi Pilihan

  • 05 Jun 2026 08:07 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Anggapan olahraga malam dapat mengganggu kesehatan otak masih dipercaya sebagian masyarakat. Namun, dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, menegaskan bahwa olahraga malam justru tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh jika dilakukan secara rutin.

Melalui unggahan di akun X pribadinya @AdamPrabata, ia menjelaskan, bahwa olahraga malam memang dapat meningkatkan hormon kortisol yang merupakan respons alami tubuh terhadap stres. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berbahaya seperti yang banyak dikhawatirkan.

“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres,” tulis dr. Adam.

Ia menjelaskan, kortisol memang berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan apabila kadarnya tinggi dalam jangka panjang, seperti tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, hingga resistensi insulin. Meski begitu, olahraga rutin justru membantu tubuh mengatur hormon tersebut dengan lebih baik.

“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” ujarnya.

Menurut dr. Adam, peningkatan kortisol setelah olahraga malam bersifat sementara dan berbeda dengan kondisi stres kronis. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir olahraga malam akan menyebabkan kerusakan pada otak.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa hormon kortisol dapat mengecilkan area otak akibat olahraga malam. Menurutnya, kondisi tersebut biasanya terjadi pada penderita stres berat berkepanjangan atau penyakit tertentu, bukan karena aktivitas fisik malam hari.

“Kortisol memang bisa mengecilkan area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.

Sebaliknya, olahraga justru disebut memiliki manfaat besar bagi kesehatan otak. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kemampuan otak berkembang sekaligus menurunkan peradangan di area otak.

“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak,” katanya.

Dr. Adam pun mengingatkan masyarakat agar lebih fokus menjaga konsistensi berolahraga dibanding memperdebatkan waktu terbaik untuk melakukannya. Terlebih, banyak orang saat ini hanya memiliki waktu luang untuk berolahraga setelah menyelesaikan aktivitas harian atau pekerjaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....