Konflik Orangtua Tinggalkan Luka Batin pada Anak

  • 12 Mei 2026 08:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan otak dan kesehatan mental anak. Anak yang tumbuh di tengah pertengkaran, kekerasan, hingga pengabaian disebut berisiko mengalami perubahan aktivitas otak yang membuat mereka terus berada dalam kondisi stres dan waspada.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan informasi tersebut melalui akun X @AdamPrabata. Ia menjelaskan, anak yang hidup di lingkungan keluarga tidak stabil dapat mengalami pola aktivitas otak yang menyerupai prajurit pascaperang.

“Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang,” tulis dr. Adam.

Ia menjelaskan, temuan tersebut diketahui melalui penelitian menggunakan metode functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pada bagian anterior insula dan amigdala, yakni area otak yang berfungsi mendeteksi ancaman dan merespons stres.

Kondisi tersebut membuat anak berada dalam situasi siaga terus-menerus karena terbiasa hidup di lingkungan penuh tekanan dan konflik.

“Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi siap siaga terus-menerus,” jelasnya dalam tulisan tersebut.

Menurut dr. Adam, dampak dari kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental anak dalam jangka panjang. Anak berisiko mengalami gangguan kecemasan, kesulitan mengatur emosi, hingga masalah psikologis lainnya.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut bukan berarti kerusakan permanen. Otak anak masih memiliki kemampuan untuk pulih apabila mendapat lingkungan yang aman, stabil, dan suportif.

“Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat,” tulisnya lagi. Karena itu, orangtua diimbau menciptakan suasana rumah yang nyaman dan minim konflik demi mendukung tumbuh kembang mental serta emosional anak secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....