Hentikan Kebiasaan Kunyah Permen Karet, Ini Dampak Negatifnya

  • 22 Mei 2026 19:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Mengunyah permen karet sering dianggap sebagai kebiasaan sepele yang dapat membantu menyegarkan napas dan mengurangi rasa bosan. Namun di balik manfaat tersebut, kebiasaan mengunyah permen karet secara berlebihan ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.

Sejumlah ahli kesehatan menyebutkan bahwa terlalu sering mengunyah permen karet dapat memicu gangguan pada rahang. Gerakan mengunyah yang dilakukan terus-menerus membuat otot dan sendi rahang bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan nyeri rahang, sakit kepala, hingga gangguan pada sendi temporomandibular atau TMJ. Selain itu, permen karet yang mengandung gula juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Kandungan gula yang menempel pada gigi menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab gigi berlubang dan bau mulut. Meski tersedia produk bebas gula, pengguna tetap disarankan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Kebiasaan mengunyah permen karet juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Saat mengunyah, tubuh mengira makanan akan masuk ke lambung sehingga produksi asam lambung meningkat. Jika berlangsung terlalu sering tanpa adanya makanan yang masuk, kondisi tersebut dapat memicu perut kembung, nyeri lambung, hingga gangguan pencernaan lainnya. Tidak hanya itu, beberapa jenis pemanis buatan yang terdapat dalam permen karet diketahui dapat menyebabkan diare apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kandungan seperti sorbitol sering digunakan untuk memberikan rasa manis pada produk bebas gula.

Psikolog menilai kebiasaan mengunyah permen karet secara terus-menerus juga dapat menjadi tanda ketergantungan ringan atau kebiasaan kompulsif. Sebagian orang merasa sulit berhenti karena menganggap aktivitas tersebut membantu mengurangi stres atau kecemasan.Dari sisi lingkungan, limbah permen karet yang dibuang sembarangan juga menjadi masalah tersendiri. Permen karet sulit terurai dan sering menempel di jalan, kursi umum, maupun fasilitas publik sehingga mengganggu kebersihan lingkungan.

Masyarakat diimbau mulai mengurangi kebiasaan mengunyah permen karet secara berlebihan dan menggantinya dengan pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga kebersihan mulut secara rutin, minum air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kebiasaan kecil yang selama ini dianggap aman perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak buruk di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....