Video Pendek Bikin Ketagihan, Fokus Anak Kian Menurun

  • 04 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Maraknya konsumsi video pendek di media sosial kini menjadi perhatian serius. Di balik sifatnya yang menghibur, kebiasaan ini disebut berpotensi memengaruhi fungsi otak, terutama pada anak.

Dokter sekaligus pegiat edukasi kesehatan, Adam Prabata menyampaikan melalui akun media X-nya. Menurutnya, konsumsi video pendek secara berlebihan dapat berdampak pada kemampuan fokus dan kontrol diri.

Dalam unggahannya di media sosial, ia mengaku awalnya menganggap tontonan video singkat hanya sebagai hiburan biasa. Namun, setelah menelaah hasil penelitian, ia menemukan adanya kaitan antara kebiasaan tersebut dengan penurunan fungsi kognitif.

Penelitian yang dilakukan di Tiongkok terhadap puluhan responden menunjukkan bahwa intensitas menonton video pendek berhubungan dengan kemampuan atensi dan kontrol diri. Hasilnya, semakin sering seseorang mengonsumsi konten tersebut, semakin rendah pula kemampuan mengendalikan diri.

“Hasilnya cukup mengejutkan, ada hubungan antara kebiasaan menonton video pendek dengan fungsi otak,” tulisnya.

Ia menjelaskan, karakter video pendek yang cepat dan penuh stimulasi membuat otak terbiasa dengan ritme instan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kesulitan dalam mempertahankan fokus pada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.

Fenomena ini juga berkaitan dengan munculnya istilah short attention span, yaitu menurunnya kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dalam waktu panjang. Sejumlah warganet pun mengaku mengalami hal serupa. Ada yang merasa sulit menonton video berdurasi panjang, hingga tidak lagi mampu membaca buku dalam waktu lama tanpa merasa bosan.

Meski demikian, beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengurangi dampak tersebut, seperti membatasi waktu penggunaan gawai, kembali membiasakan membaca, hingga menerapkan metode manajemen waktu seperti teknik Pomodoro. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengonsumsi konten digital, terutama bagi anak, agar perkembangan fungsi otak tetap optimal di tengah arus informasi yang semakin cepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....