Demam Berdarah Dengue, Kenali, Cegah, dan Atasi Bersama

  • 04 Mei 2026 11:45 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Demam berdarah Dengue atau dikenal dengan sebutan DBD adalah salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyebarannya sangat luas dan dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, terutama pada musim hujan atau saat lingkungan lembab dan banyak genangan air.

Gejala penyakit DBD biasanya muncul antara 4 hingga 7 hari setelah seseorang digigit nyamuk pembawa viirus. Gejala awal yang paling umum adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung 2-7 hari, disertai rasa sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, serta rasa lelah yang parah. Pada tahap awal, gejalanya sering kali mirip dengan demam biasa, sehingga kadang membuat orangtua atau penderita menganggapnya ringan dan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Namun jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih parah, yang ditandai dengan munculnya bintik merah di kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah terus menerus, nyeri perut hebat, hingga penurunan kesadaran. Keadaan ini sangat berbahayan dan dapat mengancam jiwa jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan penyakit DBD secara langsung. Penanganan yang dilakukan lebih fokus pada pengobatan gejala dan pencegahan terjadinya komplikasi berat, seperti menjaga keseimbanagn cairan dan garam dalam tubuh, menurunkan sushu tubuh, serta memantau kondisi tubuh penderita secara terus-menewrus. Oleh karena itu, langkah yang paling tepat dan utama adalah melakukan pencegahan agar tidak terjangkit penyakit ini.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Pusat Krisis Kesehatan menekankan bahwa perubahan iklim, tingginya mobilitas penduduk, serta kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk menjadi faktor penting meningkatnya risiko penularan dengue. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penerapan 3M Plus, peningkatan surveilans epidemiologi, serta kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan kasus.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam pengendalian dengue. Deteksi dini gejala, segera mencari pertolongan medis, serta menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

Cara pencegahan yang paling efektif adalah memutus mata rantai penyebaran nyamuk pembawa penyakit. Upaya yang dapat dilakukan meliputi 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan. Selain itu tindakan tambahan seperti memasang kawat kasa di jendela dan pintu, menggunakan obat penolak nyamuk, mengenakan pakaian yang menutupi sebagian tubuh kita, serta menanam tanaman pengusir nyamuk juga sangat membantu m,engurangi risiko gigitan nyamuk.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara rutin dan bersama-sama, kita dapat menurunkan jumlah kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang sehat serta aman bagi seluruh anggota keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....