Healing atau Kabur dari Masalah?

  • 28 Apr 2026 08:45 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Fenomena “healing” belakangan ini semakin populer di kalangan anak muda. Istilah ini kerap digunakan untuk menggambarkan aktivitas melepas penat, seperti liburan, menikmati waktu sendiri, atau melakukan hal-hal yang disukai. Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan: apakah benar healing menjadi cara sehat untuk memulihkan diri, atau justru bentuk pelarian dari masalah?

Secara umum, healing merupakan proses pemulihan emosional yang penting bagi kesehatan mental. Setiap individu membutuhkan waktu untuk beristirahat dari tekanan, baik itu dari pekerjaan, hubungan, maupun tuntutan kehidupan sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, mendengarkan musik, atau berbincang dengan orang terdekat dapat membantu meredakan stres dan mengembalikan energi.

Namun, healing bisa berubah makna ketika digunakan sebagai cara untuk menghindari masalah tanpa keinginan untuk menyelesaikannya. Misalnya, seseorang yang terus-menerus “kabur” dengan liburan atau distraksi lain, tetapi tidak pernah benar-benar menghadapi sumber permasalahan. Dalam jangka panjang, hal ini justru dapat membuat masalah semakin menumpuk dan memicu tekanan yang lebih besar.

Perbedaan antara healing dan pelarian terletak pada tujuan dan kesadaran. Healing dilakukan untuk menenangkan diri agar bisa kembali menghadapi masalah dengan pikiran yang lebih jernih. Sementara itu, pelarian cenderung bertujuan menghindari kenyataan tanpa rencana untuk menyelesaikannya. Dengan kata lain, healing adalah jeda, bukan akhir dari proses.

Penting bagi setiap individu untuk mengenali batas tersebut. Mengambil waktu istirahat adalah hal yang wajar, namun tetap perlu diimbangi dengan keberanian untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang ada. Refleksi diri menjadi kunci agar seseorang dapat memahami apakah yang dilakukan benar-benar membantu atau justru menunda penyelesaian.

Pada akhirnya, healing bukanlah sesuatu yang salah, melainkan kebutuhan. Namun, maknanya perlu dipahami secara tepat agar tidak berubah menjadi alasan untuk terus menghindar. Dengan keseimbangan antara istirahat dan tanggung jawab, proses pemulihan dapat berjalan lebih sehat dan memberikan dampak positif dalam kehidupan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....