Bahaya Begadang, Mengintai Kesehatan Tubuh dan Pikiran

  • 13 Apr 2026 15:10 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung – Di era modern ini, begadang atau kurang tidur seringkali dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Entah karena tuntutan pekerjaan, tugas sekolah, atau sekedar menikmati waktu bersantai dengan bermain gadget. Namun, dibalik kesibukan tersebut, ada ancaman serius yang mengintai kesehatan tubuh.

Tidur bukan sekedar istirahat, melainkan momen penting bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rurak, memulihkan energi, dan mengatur metabolisme. Jika anda terus menerus memaksakan diri untuk begadang, berbagai masalah kesehatan bisa muncul.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Begadang bukan hanya persoalan kelopak mata berat. Satu malam tanpa tidur saja dapat mengubah aktivitas ratusan gen—gen terkait metabolisme, peradangan, respons imun, dan stres oksidatif. Artinya, kurang tidur mengubah cara sel membaca instruksi hidupnya.

Di hippocampus, wilayah penting untuk memori, kurang tidur kronis dalam studi hewan dikaitkan dengan penurunan BDNF (brain-derived neurotrophic factor), protein yang membantu neuron bertahan, tumbuh, dan membentuk koneksi baru. BDNF adalah “pupuk” bagi plastisitas otak. Ketika ia turun, belajar terasa lebih berat, memori lebih rapuh, dan adaptasi mental melambat.

Pada saat yang sama, stres oksidatif meningkat. Radikal bebas menjadi lebih “liar”, sementara sistem perbaikan dan antioksidan tidak mendapat jam kerja yang cukup. Ini seperti mesin yang dipaksa terus menyala, tetapi bengkel perawatannya ditutup.

Berikut adalah beberapa bahaya begadang bagi kesehatan :

Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh, Saat tidur, tubuh memproduksi protein sitokin yang berfungsi melawan infeksi dan peradangan. Kurang tidur membuat produksi zat ini berkurang, sehingga tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit seperti flu, batuk, atau infeksi lainnya.

Mengganggu Fungsi Otak, Kurang tidur berdampak langsung pada konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir. Anda akan merasa sulit untuk fokus, mudah lupa, reaksi tubuh menjadi lebih lambat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti dimensia.

Memicu Penyakit kronis, Begadang dapat mengganggu keseimbangan hormaon dalam tubuh. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya penyakit serius seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga gangguan stroke.

Menyebabkan Masalah Kulit, Tidur yang cukup membuat kulit terlihat segar dan bercahaya. Sebaliknya, kurang tidur memicu produksi hormon kortisol yang berlebihan, yang dapat memecah kolagen kulit. Akibatnya, kulit menjadi kusam, timbul jerawat, dan muncul garis haluan lebih cepat.

Mengubah Mood dan Emosi, Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah, cemas, stres, dan bahkan berisiko mengalami depresi. Otak menjadi lebih sensitif terhadap emosi negatif saat kurang istirahat.

Melihat dampak yang begitu besar, sudah saatnya kita mulai mengubah pola hidup. Usahakan untuk tidur cukup 7-8 jam setiap malam demi menjaga kesehatan tubuh dan pikiran agar tetap prima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....