Persiapan Imunitas Anak Menjelang Hari Raya Idul Fitri

  • 06 Mar 2026 15:39 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Hari Raya Idul Fitri merupakan momen penting yang identik dengan aktivitas sosial yang meningkat, seperti perjalanan mudik, kunjungan keluarga, serta interaksi dengan banyak orang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama pada anak-anak yang sistem imunnya masih berkembang. Oleh karena itu, orang tua perlu melakukan berbagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tetap optimal selama periode menjelang dan saat perayaan Idul Fitri.

Sistem kekebalan tubuh anak merupakan mekanisme biologis yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun patogen lainnya. Menurut World Health Organization (WHO) sistem imun yang baik pada anak sangat dipengaruhi oleh status gizi, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta lingkungan yang higienis. Kombinasi faktor-faktor tersebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh serta menurunkan risiko penyakit infeksi pada anak.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi imunitas anak adalah asupan nutrisi yang seimbang. Organisasi kesehatan dunia menekankan pentingnya konsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung fungsi sistem imun. Protein berperan dalam pembentukan antibodi, sementara vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, D, E serta zinc berfungsi dalam regulasi respon imun tubuh. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menyebutkan bahwa kekurangan mikronutrien dapat menurunkan efektivitas sistem kekebalan tubuh sehingga anak lebih rentan terhadap infeksi (Calder et al., 2020).

Selain nutrisi, kualitas tidur juga memiliki peran penting dalam menjaga imunitas anak. Selama tidur, tubuh memproduksi berbagai molekul imun seperti sitokin yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Anak yang mengalami kekurangan tidur berisiko memiliki respon imun yang lebih rendah terhadap patogen. American Academy of Pediatrics menyarankan anak usia sekolah untuk mendapatkan waktu tidur sekitar 9–12 jam per hari guna mendukung kesehatan fisik dan sistem kekebalan tubuh.

Aktivitas fisik yang cukup juga terbukti berkontribusi dalam meningkatkan fungsi sistem imun. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu meningkatkan sirkulasi sel imun dalam tubuh sehingga respon terhadap infeksi menjadi lebih efektif. Menurut penelitian dalam Journal of Sport and Health Science, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan fungsi pertahanan tubuh serta menurunkan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan pada anak.

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta memastikan lingkungan tetap higienis sebagai langkah efektif untuk mencegah penularan penyakit pada anak. Kebiasaan ini menjadi semakin penting menjelang hari raya ketika mobilitas dan interaksi sosial meningkat.

Orang tua juga perlu memastikan anak tetap terhidrasi dengan baik serta membatasi konsumsi makanan tinggi gula yang biasanya meningkat saat perayaan hari raya. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga fungsi metabolisme tubuh serta mendukung kinerja sistem imun secara optimal.

Dengan memperhatikan faktor nutrisi, istirahat, aktivitas fisik, serta kebersihan lingkungan, daya tahan tubuh anak dapat dipersiapkan dengan baik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Upaya pencegahan ini tidak hanya membantu anak tetap sehat selama perayaan, tetapi juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....