Penyakit yang ditimbulkan dari Kecoa

  • 02 Mar 2026 12:26 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Kecoa sering dianggap sekadar serangga pengganggu di rumah. Padahal, di balik tubuh kecilnya, hewan ini dapat menjadi sumber berbagai penyakit serius karena hidup di tempat kotor seperti selokan, tempat sampah, hingga saluran pembuangan.

Secara ilmiah, kecoa termasuk dalam ordo Blattodea. Serangga ini mampu membawa bakteri, virus, jamur, hingga parasit pada tubuh dan kotorannya. Ketika kecoa merayap di peralatan makan atau makanan terbuka, mikroorganisme tersebut dapat berpindah dan menginfeksi manusia.

Berikut sejumlah penyakit yang bisa ditimbulkan dari keberadaan kecoa:

1. Diare dan Keracunan Makanan

Kecoa dapat membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella, Escherichia coli, dan Shigella. Bakteri ini biasanya berasal dari kotoran manusia atau hewan yang menempel pada kaki dan tubuh kecoa.

Jika makanan terkontaminasi lalu dikonsumsi, seseorang bisa mengalami diare, muntah, demam, sakit perut, hingga keracunan makanan. Pada anak-anak dan lansia, kondisi ini bisa berujung pada dehidrasi berat.

2. Tifus (Demam Tifoid)

Bakteri Salmonella typhi penyebab tifus juga dapat menyebar melalui perantara kecoa. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi berkepanjangan, lemas, sakit kepala, gangguan pencernaan, serta munculnya bintik merah pada kulit dalam beberapa kasus.

3. Kolera

Kecoa juga berpotensi membawa bakteri Vibrio cholerae, penyebab kolera. Penyakit ini menyebabkan diare berat yang sangat cair dan dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh secara cepat. Tanpa penanganan medis segera, kolera bisa berakibat fatal.

4. Disentri

Infeksi oleh bakteri seperti Shigella dapat menimbulkan disentri, yakni diare disertai lendir atau darah. Penderita biasanya mengalami nyeri perut hebat dan demam.

5. Infeksi Cacing dan Parasit

Telur cacing dan parasit mikroskopis dapat terbawa di tubuh kecoa. Jika makanan atau tangan terkontaminasi, telur tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan berkembang di saluran pencernaan.

6. Alergi dan Asma

Selain membawa kuman, bagian tubuh kecoa yang hancur dan kotorannya dapat menjadi alergen. Paparan partikel ini di udara dapat memicu reaksi alergi seperti bersin, batuk, mata berair, hingga memperparah asma, terutama pada anak-anak. Penelitian menunjukkan paparan alergen kecoa menjadi salah satu pemicu utama asma di lingkungan padat penduduk.

Bagaimana Penularannya Terjadi?

Penularan biasanya terjadi secara tidak langsung. Kecoa yang berjalan di atas makanan, peralatan dapur, atau permukaan meja akan meninggalkan jejak bakteri melalui air liur, kotoran, atau bagian tubuhnya. Ketika makanan tersebut dikonsumsi tanpa dimasak ulang, risiko infeksi meningkat.

Menjaga kebersihan menjadi kunci utama. Simpan makanan dalam wadah tertutup, rutin membersihkan dapur dan saluran air, serta membuang sampah setiap hari. Tutup celah atau retakan di dinding dan lantai yang dapat menjadi tempat persembunyian kecoa. Jika infestasi sudah parah, gunakan jasa pengendalian hama profesional.

Kehadiran kecoa bukan sekadar masalah estetika atau rasa jijik. Serangga ini bisa menjadi ancaman kesehatan serius bila dibiarkan berkembang di lingkungan rumah. Karena itu, menjaga kebersihan dan sanitasi adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk melindungi keluarga dari berbagai penyakit yang ditularkannya.




google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....