Langkah Sederhana agar Tetap Segar saat Puasa di Cuaca Panas
- 23 Feb 2026 20:28 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Berpuasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika dijalani saat cuaca panas atau suhu lingkungan tinggi. Kondisi ini bisa memicu rasa lelah, pusing, hingga mual. Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami dehidrasi antara lain anak-anak, lansia, pengidap diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit kronis lainnya, serta orang yang beraktivitas fisik di bawah terik matahari.
Selain itu, kondisi kesehatan seperti diare, muntah, demam tinggi, atau frekuensi buang air kecil yang meningkat juga dapat memperbesar risiko kekurangan cairan. Dehidrasi berat biasanya ditandai dengan mulut sangat kering, kulit tampak kering dan keriput, tubuh terasa sangat lemah, sulit fokus, mudah mengantuk, jarang buang air kecil, sembelit, hingga gangguan irama jantung.
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, yaitu :
| Baca juga: Mengapa Jalan Kaki Pagi Terasa Menenangkan? |
1. Penuhi Kebutuhan Cairan di Waktu yang Tepat
Usahakan minum sekitar 8–12 gelas air dari waktu berbuka hingga sahur. Air hangat cenderung lebih mudah diserap tubuh dibandingkan air dingin. Mengonsumsi sup, buah, dan sayuran tinggi air seperti semangka, mentimun, tomat, dan anggur juga membantu menjaga keseimbangan cairan.
2. Kurangi Garam dan Bumbu Berlebihan
Asupan garam yang terlalu banyak dapat memicu rasa haus berlebihan. Oleh karena itu, batasi penggunaan garam saat memasak atau saat menambahkan bumbu pada makanan.
3. Batasi Makanan Tinggi Gula
Permen atau makanan manis dapat meningkatkan rasa haus karena kandungan gulanya tinggi. Sebagai alternatif, pilih buah segar yang tidak hanya manis alami tetapi juga mengandung banyak cairan.
4. Hindari Kafein dan Nikotin
Minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman energi, atau soda bersifat diuretik yang membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Merokok juga dapat menyebabkan mulut kering dan memperparah rasa haus.
5. Kurangi Paparan Panas Berlebih
Beraktivitas di bawah sinar matahari langsung dapat mempercepat kehilangan cairan. Jika ingin berolahraga, waktu terbaik adalah setelah berbuka karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan cairan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa olahraga saat puasa dapat memengaruhi metabolisme otot serta sensitivitas insulin yang berkaitan dengan kontrol gula darah. Namun, olahraga dalam kondisi energi terbatas juga bisa membuat tubuh lebih cepat lelah dan menurunkan konsentrasi jika tidak diatur dengan baik. Beberapa ahli menyarankan agar aktivitas fisik saat puasa disesuaikan dengan kondisi tubuh karena energi yang terbatas dapat memperlambat metabolisme bila latihan terlalu berat. Dengan menjaga asupan cairan, memilih makanan yang tepat, serta mengatur aktivitas fisik secara bijak, puasa dapat dijalani dengan nyaman tanpa risiko dehidrasi. Tubuh pun tetap bugar dan aktivitas harian bisa berjalan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....