Tips Penuhi Cairan saat Berpuasa
- 20 Feb 2026 06:13 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Menjalankan ibadah puasa Ramadhan menuntut umat Muslim menahan lapar dan dahaga mulai dari imsak (sebelum fajar) hingga berbuka puasa (saat maghrib). Karena waktu untuk minum air sangat terbatas, banyak orang khawatir tubuh kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi. Agar puasa tetap sehat dan tubuh tidak kehilangan banyak cairan, penting untuk mengetahui cara mengatur waktu minum yang tepat.
Mengapa Hidrasi Itu Penting?
Air merupakan komponen penting dalam tubuh karena membantu menjaga suhu tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta mendukung fungsi organ tubuh secara keseluruhan. Ketika seseorang tidak mendapat asupan air untuk waktu yang cukup lama seperti saat berpuasa siang hari tubuh berpotensi kekurangan cairan dan mengalami gejala seperti pusing, lemas, atau mulut kering jika asupan air tidak cukup selama jam makan.
Strategi Atur Waktu Minum Saat Puasa
Salah satu cara yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama puasa adalah dengan membagi waktu minum air secara teratur pada jendela makan antara berbuka hingga sahur. Berikut strategi yang bisa diterapkan:
- Bagi Asupan Air dalam Beberapa Waktu
Jangan minum air sekaligus dalam jumlah besar karena tubuh hanya bisa menyerap cairan dalam jumlah terbatas setiap waktu. Sebaiknya minum secara berkala setelah berbuka, setelah tarawih, dan saat sahur untuk mendekati target sekitar 8–10 gelas air per hari. - Gunakan Pola 2-4-2
Beberapa ahli kesehatan menyarankan pola minum 2 gelas air saat berbuka puasa, 4 gelas air setelahnya (misalnya saat makan malam atau sebelum tidur), dan 2 gelas lagi saat sahur. Pola ini membantu tubuh mendapat cairan cukup tanpa merasa kembung. - Minum Sebelum dan Sesudah Aktivitas
Jika setelah berbuka puasa Anda melakukan aktivitas seperti tarawih atau pekerjaan rumah, minum air sebelum dan sesudahnya membantu mengganti cairan yang hilang. Usahakan tidak menunggu sampai terasa haus karena itu bisa menjadi tanda tubuh sudah kekurangan cairan. - Konsumsi Makanan Kaya Air
Selain air, pilih makanan yang mengandung banyak cairan, seperti semangka, mentimun, katering buah, atau sayuran berkuah saat berbuka dan sahur. Ini membantu mendukung hidrasi tubuh lebih optimal.
Hindari Minuman Penguras Air Tubuh
Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau minuman bersoda sebaiknya dibatasi karena bersifat diuretik (meningkatkan frekuensi buang air kecil) dan dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh. Begitu juga minuman manis atau bergula tinggi dapat memicu rasa haus lebih cepat.
Tanda Tubuh Butuh Cairan
Perhatikan tanda-tanda bahwa tubuh mulai kekurangan cairan seperti warna urine yang gelap, mulut kering, lemas, atau pusing ringan. Jika fitur tersebut muncul, tambahkan jumlah minum air secara berkala pada jam makan yang tersedia.
Dengan strategi yang tepat dan disiplin dalam membagi waktu minum, tubuh dapat tetap sehat, terhidrasi, dan kuat menjalani ibadah puasa tanpa mengalami masalah kekurangan cairan. Semoga Ramadhan kali ini membawa berkah dan kesehatan bagi seluruh umat Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....