Perki Lampung: Skrining Penyakit Jantung Bawaan Perlu Diperluas

  • 09 Feb 2026 16:05 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Lampung bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Lampung menggelar kegiatan CHD Awareness Week 2026 melalui skrining penyakit jantung bawaan (PJB) dan edukasi masyarakat.

Kegiatan bertema “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan, Selamatkan Masa Depan Anak” ini dilaksanakan di Klinik Utama Pahlawan Medical Center (PMC), Kedaton, Bandar Lampung, Senin 9 Februari 2026.

Ketua Perki Lampung dr. Terrance Ransun, Sp.JP(K) menyebut penyakit jantung bawaan masih menjadi masalah kesehatan serius pada anak-anak, baik secara nasional maupun global.

“Secara global, diperkirakan 9–10 dari setiap 1.000 kelahiran hidup mengalami penyakit jantung bawaan. Artinya, sekitar 1,3 hingga 1,4 juta bayi lahir dengan kelainan jantung setiap tahun,” jelas dr. Terrance.

Ia menuturkan, tantangan utama dalam penanganan penyakit jantung bawaan saat ini bukan hanya tingginya angka kejadian, tetapi juga keterbatasan akses layanan kesehatan dan deteksi dini, terutama di daerah.

“Melalui kolaborasi Perki Lampung dan YJI, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperluas deteksi dini penyakit jantung bawaan di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Perki Lampung menjalankan program skrining menggunakan alat ekokardiografi (USG jantung). Dalam kegiatan di PMC, tercatat sekitar 70 peserta berusia 3 bulan hingga 17 tahun mengikuti pemeriksaan. Sementara di RSUD Abdul Moeloek, Perki menargetkan skrining bagi sekitar 50 pasien.

“Program ini bertujuan mengidentifikasi kelainan jantung sejak dini, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal, serta membangun sistem rujukan yang lebih efisien untuk perawatan lanjutan,” kata dr. Terrance.

Ia berharap kegiatan skrining ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung anak di Lampung.

“Kami percaya langkah kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak dengan penyakit jantung bawaan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....