Brotowali, obat herbal turun temurun

  • 24 Jan 2026 07:40 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID,Bandar LLampung: Brotowali (Tinospora cordifolia) merupakan tanaman berbentuk semak merambat. Tanaman ini dapat dikenali dari daunnya yang berbentuk hati dan batangnya yang memiliki tonjolan-tonjolan kecil. Bagian batang inilah yang umumnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional.Walaupun mempunyai rasa yang pahit, brotowali memiliki manfaat meredakan berbagai keluhan kesehatan, diantaranya:

1.Mengobati penyakit kulit

Selain diminum, brotowali dapat digunakan sebagai obat luar untuk mengobati penyakit kulit, seperti kudis. Sifat antioksidan dan antiradikal kuat yang terkandung dalam brotowali terbukti dapat membantu mengobati penyakit kulit.

Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutics mengatakan bahwa batang brotowali sama ampuhnya dengan permethrin atau obat kudis.

Hal ini karena kandungan berberine di dalam brotowali. Kandungan ini memiliki sifat antibakteri dan antijamur sehingga membunuh tungau parasit penyebab kudis dan mencegah penyebarannya.

2.Meredakan Gejala Alergi

Pada dasarnya, alergi tidak dapat disembuhkan secara total. Sebab, mengubah sistem kerja imun tubuh sangatlah sulit untuk dilakukan. Satu-satunya cara adalah menghindari faktor pemicunya.

Namun, jika Toppers sudah terlanjur dan mulai merasakan gejala alergi, kamu bisa mencoba mengonsumsi brotowali. Alasannya, karena ada penelitian yang menunjukkan bahwa brotowali dipercaya dapat meredakan gejala alergi, mulai dari pilek, gatal, hingga bentol di kulit.

Bahkan, dikatakan pula bahwa tanaman ini juga dapat meredam kumatnya penyakit alergi, seperti rhinitis dan eksim.

3.Meredakan peradangan

Brotowali mengandung zat yang bersifat antiradang alami. Berkat kandungan tersebut, tanaman ini telah digunakan sejak lama untuk mengatasi kondisi akibat peradangan, seperti demam dan nyeri di tubuh.

4. Membasmi bakteri dan jamur penyebab infeksi

Brotowali juga diketahui mengandung zat kimia yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Penelitian di laboratorium bahkan menunjukkan bahwa ekstrak brotowali dapat membunuh dan mencegah pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan jamur penyebab infeksi. Akan tetapi, efektivitas manfaat brotowali yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

5.Mendukung kesehatan dan fungsi hati

Brotowali juga diklaim bermanfaat dalam memelihara kesehatan dan fungsi hati. Manfaat tersebut diduga berkat kandungan zat antioksidan dan antiradang yang terdapat di dalam brotowali.

Meski demikian, manfaat brotowali ini hanya dapat digunakan oleh orang yang sehat. Pada orang yang memiliki penyakit hati atau gangguan fungsi hati, konsumsi brotowali justru berisiko menimbulkan kerusakan hati yang semakin parah.

Oleh karena itu, para penderita penyakit hati sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi brotowali sebagai jamu atau obat herbal.

6.Menyembuhkan Luka

Penderita diabetes sangat rentan terhadap luka pada bagian kulit. Apabila terkena sedikit luka, luka tersebut sulit untuk disembuhkan dan biasanya akan mudah untuk semakin parah. Dengan memanfaatkan brotowali, luka pada penderita diabetes akan mudah diatasi karena kandungan barberin pada brotowali membantu membunuh bakteri pada luka. Menggunakan brotowali sebagai obat luar dengan mengoleskannya pada bagian yang luka, maka luka tersebut akan lebih mudah sembuh. 8 manfaat madu untuk mengobati luka dapat anda coba untuk mempercepat luka mengering.

7.Bersifat Antidiabetik

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Yang dapat dilakukan mengurangi risiko agar kadar gula dalam darah tidak kembali naik. Menjaga pola hidup sehat harus sangat diperhatikan oleh penderita diabetes, selain itu juga diperlukan mengkonsumsi obat herbal yang bersifat antidiabetik seperti brotowali untuk membantu mengendalikan kadar gula darah agar tidak kembali naik.

Peringatan Penting:

Meskipun banyak manfaat, penggunaan brotowali sebaiknya tidak menggantikan obat dokter.

Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakannya, terutama jika Anda penderita diabetes atau memiliki kondisi medis lain, untuk menghindari efek samping seperti kerusakan hati dan hipoglikemia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....