Dampak Nyata Kelebihan Vitamin B6 Yang Berbahaya
- 28 Jul 2025 09:57 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Vitamin B6 adalah nutrisi yang penting bagi perkembangan otak, saraf, kulit. Vitamin ini juga penting untuk proses pembentukan energi dari lemak, protein, dan karbohidrat, antibodi, dan sel darah merah, serta untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah. Vitamin B6 (pyridoxine) adalah vitamin yang larut dalam air dan dikeluarkan melalui urine, sehingga Anda perlu mendapatkannya melalui makanan dan minuman setiap hari. Vitamin B6 bisa diperoleh dari sayuran, daging, ikan, telur, oat, pisang, dan kacang-kacangan.
Kekurangan vitamin B6 jarang terjadi. Kondisi ini lebih mungkin dialami penderita penyakit celiac, obesitas, radang usus, gagal ginjal, tuberkulosis (akibat konsumsi isoniazid), penyakit liver, rheumatoid arthritis, malnutrisi, kecanduan alkohol, atau ibu hamil yang menderita preeklamsia atau eklamsia. Pada kondisi tersebut di atas, asupan vitamin B6 dari makanan harus didukung dengan konsumsi suplemen vitamin B6.
Vitamin B6 dikenal sebagai nutrisi penting bagi tubuh, tetapi belakangan ini muncul peringatan serius: mengonsumsi terlalu banyak justru bisa merusak saraf secara permanen. Laporan terbaru mengungkap sejumlah kasus reaksi parah akibat suplemen vitamin B6 yang dijual bebas. Dalam banyak kasus, gejala akan mereda setelah penghentian konsumsi suplemen, tetapi proses pemulihan dapat memakan waktu hingga dua tahun pada sebagian individu. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa dosis harian di atas 50 mg dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Salah satu laporan kasus tahun 2023 mencatat seorang pria yang mengonsumsi berbagai suplemen hingga mencapai total 95 mg vitamin B6 per hari mengalami gejala neuropati. Laporan lain mencatat tujuh kasus serupa yang dikaitkan dengan konsumsi minuman energi mengandung vitamin B6.
Data dari basis pelaporan efek samping milik Therapeutic Goods Administration (TGA) menunjukkan terdapat 174 laporan kasus neuropati terkait vitamin B6 sejak tahun 2023. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi mati rasa atau nyeri pada ekstremitas, gangguan keseimbangan dan koordinasi akibat kelemahan otot, serta keluhan seperti mual dan rasa panas di dada (heartburn). Dalam kasus tertentu, pengawasan medis diperlukan untuk menangani dampak lanjutan akibat konsumsi suplemen secara berlebihan.
Penelitian terkait penggunaan vitamin B6 digunakan untuk berbagai kondisi kesehatan menunjukkan sejumlah temuan berikut:
1. Penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke
Dulu, para ilmuwan menduga bahwa kombinasi vitamin B6, asam folat (vitamin B9), dan vitamin B12 dapat menurunkan kadar homosistein (asam amino dalam darah) sehingga dapat mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa kombinasi ketiga vitamin tersebut tidak secara signifikan mengurangi risiko maupun tingkat keparahan penyakit kardiovaskular dan stroke.
2. Mual pada awal kehamilan
Vitamin B6 berpotensi membantu meredakan gejala mual pada trimester pertama kehamilan. Dalam kasus mual dan muntah yang berlangsung terus-menerus, tenaga kesehatan biasanya akan meresepkan suplemen vitamin B6 sebagai bagian dari penanganan.
3. Sindrom pramenstruasi (PMS)
Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin B6 dapat meredakan gejala PMS, seperti perubahan suasana hati atau nyeri meskipun kualitas bukti dari studi-studi tersebut masih tergolong rendah dan belum dapat dijadikan rujukan kuat.
4. Anemia sideroblastik
Vitamin B6 terbukti efektif dalam menangani anemia sideroblastik, yaitu jenis anemia yang disebabkan oleh kelainan genetik dan memengaruhi pembentukan sel darah merah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....