Daftar Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat
- 09 Jul 2025 13:16 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Asam urat merupakan salah satu jenis gangguan metabolik yang umum terjadi di masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah, yang terbentuk dari pemecahan zat purin. Apabila jumlahnya berlebihan, kristal asam urat akan menumpuk di persendian dan menimbulkan nyeri hebat, peradangan, serta pembengkakan.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh adalah pola makan. Oleh karena itu, penting bagi penderita asam urat untuk mengenali dan menghindari sejumlah makanan yang diketahui tinggi purin.
Pertama, jeroan seperti hati, usus, babat, dan otak merupakan sumber purin yang sangat tinggi. Konsumsi jenis makanan ini berisiko langsung meningkatkan kadar asam urat dalam darah dan memicu serangan nyeri sendi.
Kedua, daging merah seperti daging sapi dan kambing juga tergolong dalam makanan berkandungan purin sedang hingga tinggi. Meskipun mengandung protein, konsumsi berlebihan dapat memperparah kondisi penderita asam urat.
Ketiga, berbagai jenis makanan laut seperti kerang, udang, cumi, ikan sarden, dan ikan teri juga termasuk dalam daftar makanan yang sebaiknya dihindari. Kandungan purin pada seafood tertentu tergolong tinggi dan dapat memicu kekambuhan gejala asam urat.
Selanjutnya, minuman beralkohol, terutama bir, juga dapat meningkatkan produksi asam urat serta menghambat pengeluarannya melalui ginjal. Alkohol diketahui menjadi salah satu faktor risiko utama dalam perkembangan penyakit asam urat kronis.
Selain itu, minuman manis dengan kandungan fruktosa tinggi seperti soda, sirup jagung, serta jus kemasan turut berkontribusi dalam meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Beberapa jenis sayuran seperti bayam, kangkung, kembang kol, asparagus, dan jamur juga diketahui mengandung purin dalam jumlah sedang. Meskipun tidak harus dihindari sepenuhnya, konsumsinya perlu dibatasi oleh penderita asam urat.
Sebagai gantinya, penderita disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah purin seperti sayuran berdaun hijau rendah purin (misalnya kol, wortel, atau timun), sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang, serta protein dari daging putih tanpa kulit dalam jumlah wajar. Asupan air putih yang cukup, minimal dua liter per hari, juga dianjurkan untuk membantu proses pengeluaran asam urat melalui urin.
Dengan pengelolaan pola makan yang tepat, penderita asam urat dapat mengurangi risiko kekambuhan dan menjaga kualitas hidup tetap optimal. Untuk pengaturan diet yang lebih spesifik, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....