Anak Puber di Usia Terlalu Muda? Waspadai Dampaknya!
- 16 Jan 2025 12:45 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Setiap anak pasti akan melewati masa pubertas, yaitu proses tubuh mulai berubah menjadi dewasa. Biasanya, ini terjadi saat anak memasuki usia remaja, sekitar 10 tahun ke atas. Tapi bagaimana kalau anak Anda mengalami pubertas sebelum usia 10 tahun?
Menurut dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, seorang dokter spesialis anak, pubertas dini terjadi ketika tubuh anak mulai dewasa lebih cepat dari seharusnya. Menurut pakar kesehatan, anak perempuan dianggap mengalami pubertas dini jika tanda-tanda pubertas, seperti menstruasi, terjadi sebelum usia 8 tahun. Sementara itu, pada anak laki-laki, pubertas dini biasanya ditandai dengan mimpi basah sebelum usia 9 tahun.
Melalui akun X-nya, @mestyariotedjo, ia mengatakan bahwa pubertas dini dapat membawa sejumlah dampak buruk, baik secara fisik maupun psikologis. Berikut beberapa risikonya:
1. Tinggi Badan Terganggu. Anak yang mengalami pubertas dini cenderung kehilangan masa pertumbuhan “emas” mereka. Artinya, proses pertumbuhan badan yang seharusnya masih berlangsung akan terhenti lebih cepat, sehingga anak berisiko memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari teman-temannya.
2. Beban Psikologis. Anak yang tubuhnya berubah lebih cepat sering merasa tidak nyaman, bahkan bingung. Mereka mungkin merasa berbeda dari teman sebayanya yang belum mengalami perubahan serupa, yang bisa memengaruhi rasa percaya diri mereka.
3. Perubahan Fisik dan Emosional yang Cepat. Pubertas dini menyebabkan perubahan bentuk tubuh, perkembangan alat reproduksi, serta perubahan hormonal yang memengaruhi emosi. Anak mungkin kesulitan menghadapi semua ini karena usianya yang masih sangat muda.
Menurut dr. Mesty, pubertas dini dipicu oleh hormon gonadotropin (GnRH), yaitu hormon yang mengatur produksi hormon estrogen pada anak perempuan dan testosteron pada anak laki-laki. Ada dua jenis pubertas dini. Pertama, Central Precocious Puberty (CPP, yaitu pubertas dini yang disebabkan karena pelepasan hormon GnRH, sama seperti pubertas normal. Kedua, Peripheral Precocious Puberty (PPP), yaitu pubertas dini yang terjadi tanpa pengaruh hormon GnRH, biasanya karena masalah medis tertentu.
Jika Anda mencurigai anak mengalami pubertas terlalu cepat, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebabnya dan memberikan solusi terbaik. Selain itu, dukungan emosional dari orang tua juga sangat penting. Bicarakan dengan anak tentang perubahan yang mereka alami agar mereka tidak merasa sendirian.
Pubertas dini bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Meski tubuh anak mulai dewasa lebih cepat, bukan berarti mereka siap secara emosional. Dengan pendampingan yang tepat dari orang tua dan bantuan medis, dampak negatif pubertas dini bisa diminimalkan.
Jadi, jika Anda melihat tanda-tanda pubertas lebih awal pada anak, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Ingat, kesehatan anak—baik fisik maupun mental—adalah prioritas utama!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....