Cerita Mahasiswa Lampung Ikut Program Pertukaran Pelajar di Jepang

  • 23 Agt 2023 11:56 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Bandarlampung, M. Fathur Rizki mengikuti program pertukaran pelajar di Jepang.

The University of Kitakyushu Student Exchange Research Program (UK-SERP) 2022 yang diikuti oleh Fathur selama satu tahun, mulai dari tanggal 10 september 2022 hingga tanggal 24 Agustus 2023.

"Saya mengikuti perkuliahan dengan kurikulum Jepang, lalu saya juga ikut berpartisipasi dalam festival-festival yang ada di Jepang, setelah itu saya melakukan research atau penelitian terkait bidang arsitektur," tutur Fathur, Rabu (23/8/2023).

Menurut Fathur, dalam Conference International, ia mempresentasikan hasil penelitian yang sudah dilakukan.

Ia juga mengikuti kompetisi arsitektur international bertajuk AILCD International Student Design Competition 2023 dengan tema Linear Landscape Kitakyushu Monorail.

Untuk mengikuti program pertukaran pelajar di Jepang, kata Fathur, banyak syarat yang harus dilengkapi, mulai dari mengikuti seleksi dari kampus dengan mengumpulkan beberapa berkas seperti cv, transkrip nilai, sertifikat toefl, motivation letter, dan portofolio.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, lanjut Fathur, dilakukan interview bersama dosen sekaligus review semua berkas yang sudah dikumpulkan, kemudian mendapatkan pengumuman untuk delegasi yang akan berangkat melalui email.

"Saya ingin mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan di Indonesia, tidak hanya terkait akademik, tetapi juga saya bisa belajar banyak hal baru seperti budaya yang ada di Jepang dan saya juga sangat tertarik dengan bangunan arsitektur yang ada di Jepang," ujar warga Sukabumi, Bandarlampung ini.

Mahasiswa Jurusan Arsitektur ini mengaku biaya hidup selama di Jepang mendapatkan scholarship atau beasiswa sebesar 80.000 yen perbulan atau sekitar Rp.8 juta perbulan.

Fathur mengaku kedua orangnya merasa bangga atas keberhasilannya mendapatkan beasiswa di Jepang.

"Yang pasti orang tua sangat bangga dan mereka memberikan respon yang positif terhadap saya," ucap putra kedua pasangan Matsonangin dan Hermalia ini.

Selain dari Universitas Bandar Bandar Lampung, delegasi dari Indonesia juga berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kemudian untuk delegasi dari negara lainnya seperti dari negara Vietnam, Taiwan, dan China.

"Selama di sini saya belajar budaya Jepang, merasakan public transportation dengan sistem yang sudah sangat teratur dan dapat merasakan 4 musim, tetapi saya di sini sedikit mengalami kesulitan bersosialisasi dengan orang Jepang," kata Fathur lagi.

Ia berharap selama berada di Jepang dirinya mendapatkan pengetahuan baru dalam bidang arsitektur yang bisa diterapkan di Indonesia.

"Selain itu, saya juga berharap bisa menerapkan budaya orang Jepang salah satunya selalu menghargai waktu," tutup Fathur.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....