Sejarah Bluetooth: Nama Teknologi dari Raja Viking

  • 30 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Teknologi Bluetooth dinamai dari Raja Harald Gormsson, penguasa Denmark pada abad ke-10, bukan merupakan singkatan teknologi.
  • Julukan 'Blátǫnn' dalam bahasa Norse Kuno diduga merujuk pada gigi Raja Harald yang berwarna biru atau membusuk.
  • Sejarah hidup Raja Harald Gormsson diabadikan dalam dua batu rune kuno yang terletak di Jelling, Denmark, sekitar 250 kilometer dari Kopenhagen.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Di balik koneksi nirkabel yang menghubungkan ponsel, headphone, dan laptop, tersimpan kisah raja Viking berusia lebih dari 1.000 tahun. Nama Bluetooth bukanlah singkatan teknologi, melainkan julukan Raja Harald Gormsson yang berkuasa di Denmark pada abad ke-10.

Julukan Bluetooth—Blátǫnn dalam bahasa Norse Kuno—pertama didokumentasikan 150 tahun setelah kematiannya. Nama itu diduga merujuk pada gigi yang "biru" atau membusuk. Kisah hidupnya tertulis pada dua batu rune kuno di Jelling, sebuah kota kecil di Denmark, sekitar 250 km dari Kopenhagen.

Batu rune yang lebih besar, dibuat atas perintah Harald, menyatakan bahwa ia "memenangkan seluruh Denmark dan Norwegia serta membuat orang Denmark menjadi Kristen." Peristiwa sekitar tahun 965 itu menjadi salah satu pencapaian terpenting Harald. Kristenisasi membantu memperkuat kekuasaannya, mempererat hubungan Denmark dengan Eropa Kristen, dan menyatukan negara yang tengah tumbuh.

Kurator Kongernes Jelling Experience Center and Museum, Adam Bak, menyebut masa itu sebagai pembangunan bangsa Denmark setelah 200 tahun era Viking. Menurutnya, bangsa Northerner belajar tentang berbagai bentuk politik di Eropa, manfaat Kristen, dan sentralisasi kekuasaan dalam sebuah negara.

Jelling menjadi pusat kekuasaan pada masa Harald. Batu rune yang lebih kecil dipesan Gorm, ayah Harald, untuk mengenang istrinya, Thyra. Batu itu dipercaya memuat penggunaan tertulis pertama nama "Denmark" di dalam negeri. Warga setempat menyebutnya "akta kelahiran Denmark."

Meski kini hanya berpenduduk sekitar 4.000 jiwa, Jelling pernah menjadi lokasi penting peralihan dari tradisi pagan ke Kristen. Pada 1994, gundukan makam, batu rune, dan gereja Jelling menjadi situs Warisan Dunia Unesco pertama Denmark.

Nama Harald kemudian memberi kehidupan kedua bagi teknologi modern. Pada akhir 1990-an, insinyur dari Toshiba, IBM, Nokia, Intel, dan Ericsson mengembangkan teknologi yang bisa menghubungkan perangkat dari berbagai merek. Mereka pun membutuhkan nama kode.

Jim Kardach, insinyur Intel asal Amerika, sedang bekerja sama dengan insinyur Swedia ketika pembicaraan beralih ke Viking. Ia membaca buku sejarah dan terkesan pada raja yang menyatukan Denmark dan Norwegia—seperti teknologi baru itu yang diharapkan menyatukan berbagai perangkat. Nama kode Bluetooth kemudian mencuat sebelum siaran pers resmi ditulis.

"Tim humas membenci nama itu karena mengasosiasikan 'Bluetooth' dengan kebersihan gigi yang buruk," ujar Bak. Mereka menginginkan nama lain yang lebih menjelaskan produk, tetapi Bluetooth bertahan karena dianggap unik.

Logo Bluetooth juga menguatkan nama itu. Simbolnya menggabungkan rune Norse untuk huruf H dan B, menghormati Harald Bluetooth. Pada 2023, saat teknologi ini berusia 25 tahun, Kardach dan para pendiri lain datang ke Kongernes Jelling untuk bercanda "meminta maaf" karena memakai nama Harald tanpa izin. Museum menerima permintaan itu dan memberi izin penggunaan nama Bluetooth untuk 1.000 tahun berikutnya.

"Harald suka pamer," kata Bak. "Saya pikir dia akan sangat senang mengetahui miliaran orang menyebut namanya setiap hari saat ini."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....