Googlebook OS Gantikan Chrome OS, Chromebook Tetap Didukung

  • 30 Sep 2026 20:50 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Google secara resmi mengumumkan transisi dari Chrome OS ke Googlebook OS setelah meluncurkan lini laptop Googlebook baru.
  • Perangkat Chromebook yang sudah beredar di pasaran tetap akan menerima pembaruan hingga masa dukungan berakhir sesuai kebijakan pembaruan otomatis Google.
  • Googlebook OS dirancang dengan kemampuan lebih beragam, peningkatan performa, dan fitur berbasis Gemini Intelligence yang menggabungkan keunggulan Chrome OS dengan fondasi teknologi Android.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Google resmi mengumumkan transisi dari Chrome OS ke Googlebook OS setelah meluncurkan lini laptop Googlebook. Namun, peralihan ini tidak membuat Chromebook yang beredar langsung kehilangan dukungan. Google memastikan perangkat ChromeOS saat ini tetap menerima pembaruan hingga masa dukungannya berakhir sesuai kebijakan pembaruan otomatis perusahaan.

Dalam laman dukungan yang diperbarui pada 23 September 2026, Google menjelaskan Googlebook dirancang menghadirkan kemampuan lebih beragam, peningkatan performa, dan fitur berbasis Gemini Intelligence. “Untuk mendukung pengalaman baru ini, kami memperkenalkan Googlebook OS, sistem operasi baru yang memadukan keunggulan ChromeOS dan fondasi teknologi Android,” tulis Google.

Google menyebut teknologi baru itu memungkinkan perangkat saling terhubung lebih mulus, mendukung aplikasi native, dan menyediakan alat produktivitas cerdas. Meski beralih sistem, Google tetap mempertahankan prinsip utama Chromebook: keamanan, kesederhanaan, kecepatan, kemudahan berbagi perangkat, serta pengelolaan. Prinsip ini dinilai penting bagi sekolah dan perusahaan yang memakai Chromebook dalam jumlah besar.

Peluncuran awal Googlebook menyasar konsumen. Adapun transisi untuk kebutuhan sekolah dan perusahaan akan berjalan lewat peta jalan beberapa tahun mendatang. Gelombang pertama kemampuan inti pengelolaan perangkat Googlebook dijadwalkan mulai bergulir pada paruh kedua 2027. Google berkomitmen menyediakan proses transisi yang lancar dan transparan bagi kedua kelompok pengguna.

Bagi pemilik Chromebook saat ini, Google menegaskan perangkat mereka masih dapat digunakan dengan dukungan pembaruan sesuai masa berlaku masing-masing. “Chromebook yang Anda miliki saat ini akan terus menerima pembaruan sepanjang masa dukungannya,” tulis Google. Chromebook juga masih tersedia untuk lingkungan sekolah dan perusahaan. Lisensi ChromeOS Enterprise Upgrade serta ChromeOS Education Upgrade yang aktif tetap berlaku, termasuk kemampuan pengelolaannya.

Google menyebut banyak Chromebook keluaran terbaru akan memenuhi syarat beralih ke Googlebook OS. Namun, perusahaan belum merinci model perangkat yang mendukung maupun mekanisme migrasinya. Informasi kelayakan perangkat dan jalur migrasi akan dibagikan kemudian.

Di sisi aplikasi, Google akan mendukung dan mengoptimalkan aplikasi Android untuk pengalaman Googlebook. Dukungan terhadap aplikasi web tetap berlanjut, mencakup kemampuan administrator TI mengelola aplikasi web serta penyediaan API bagi pengembang.

Jajaran pertama laptop Googlebook resmi dirilis pada Senin (21/9) dengan menggandeng Qualcomm dan sejumlah vendor laptop. Chipset Snapdragon X Elite pada batch pertama dibuat dengan fabrikasi 3nm dan ditenagai Qualcomm Oryon CPU hingga 18 core dengan kecepatan maksimal 5GHz. Prosesor ini juga membawa NPU berkapasitas hingga 80 TOPS yang diklaim tercepat di dunia. Variannya antara lain Asus Googlebook 14, Dell XPS Googlebook, HP Googlebook 14, dan Lenovo Googlebook 15.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....