Kapan Gempa Megathrust? Ahli: Belum Bisa Diprediksi
- 30 Sep 2026 14:50 WIB
- Bandar Lampung
Poin Utama
- Indonesia berada di wilayah tektonik aktif dengan sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat termasuk megathrust.
- Hingga saat ini kejadian gempa bumi belum dapat diramalkan oleh para ahli termasuk kapan, di mana, dan berapa besar guncangannya.
- Meskipun beberapa metode penelitian untuk memprediksi gempa sedang dilakukan, hasilnya belum menggembirakan menurut Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi ESDM Supartoyo.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Indonesia berada di wilayah tektonik aktif dengan sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat, termasuk megathrust. Pertanyaannya, kapan gempa megathrust mengguncang Indonesia? Para ahli menegaskan peristiwa itu belum dapat diprediksi.
Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Supartoyo mengatakan, hingga saat ini kejadian gempa bumi belum dapat diramalkan. “Menyangkut kapan, di mana, dan berapa besar guncangannya itu belum terjawab dengan baik. Meskipun beberapa metode yang mengarah ke sana sedang dilakukan, hasilnya belum menggembirakan,” ujarnya.
Kendati belum bisa diprediksi, ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan para pakar mengidentifikasi wilayah rawan gempa dan tsunami. Badan Geologi telah menerbitkan peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami sebagai basis utama upaya mitigasi dan penataan ruang.
Daryono, mantan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, sebelumnya memperingatkan dua megathrust di Indonesia yang lama tidak melepaskan energi. Keduanya adalah Mentawai-Siberut dan Selat Sunda.
Menurut Daryono, kedua zona itu mengalami seismic gap, yakni zona sumber gempa potensial yang belum mengalami gempa besar dalam puluhan hingga ratusan tahun. Zona ini disebut tinggal menunggu waktu untuk “pecah” dan memicu gempa besar hingga tsunami. Namun, belum ada ahli yang mampu memprediksi datangnya gempa karena keterbatasan ilmu dan akses geografis.
Apa itu megathrust? Supartoyo menjelaskan, megathrust adalah zona pertemuan dua lempeng tektonik berbeda jenis, ketika satu lempeng menujam ke bawah lempeng lainnya. Zona pertemuan itu berada pada kedalaman kurang dari 50 kilometer.
Istilah megathrust berasal dari kata “mega” dan “thrust” yang berarti patahan naik. Istilah ini merujuk pada sumber gempa besar yang berpotensi menghasilkan gempa magnitudo 8 atau lebih. Gempa Aceh 2004 dan gempa Pulau Nias 2005 disebut sebagai contoh gempa yang bersumber dari zona megathrust.
Sebaran zona megathrust di Indonesia meliputi barat Sumatra, selatan Jawa, selatan Bali, Nusa Tenggara, utara Sulawesi, timur laut Sulawesi, dan timur laut Halmahera.
Supartoyo menilai isu megathrust kerap muncul dan menimbulkan kepanikan sejak gempa dan tsunami Aceh 2004. Karena itu, pemahaman masyarakat tentang megathrust perlu ditingkatkan agar tidak panik dan lebih siap menghadapi risiko bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....