Gajah Sumatra Lisa Melahirkan Anak Jantan di Riau

  • 30 Sep 2026 14:31 WIB
  •  Bandar Lampung
Poin Utama
  • Gajah Sumatra bernama Lisa berusia 45 tahun melahirkan anak jantan di Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Senin (28/9) pukul 19.00 WIB.
  • Kelahiran terjadi di Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui dengan proses persalinan mandiri.
  • Ibu gajah Lisa dan bayi jantan yang dilahirkan dalam kondisi selamat dan sehat setelah proses kelahiran yang berlangsung normal.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kabar bahagia datang dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) bernama Lisa, 45 tahun, melahirkan seekor anak jantan pada Senin (28/9).

Kelahiran berlangsung di Camp Elephant Flying Squad (EFS), SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui. Proses persalinan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Lisa melahirkan secara mandiri dan dalam kondisi selamat.

Ini merupakan kelahiran keenam bagi Lisa dan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat populasi gajah sumatra. Anak gajah tersebut lahir dari hasil perkawinan Lisa dengan gajah liar, menunjukkan adanya interaksi reproduktif antara gajah binaan dan populasi liar di kawasan TNTN.

Tim gabungan yang terdiri dari mahout, dokter hewan, dan perawat satwa melakukan pemantauan intensif sejak Minggu (27/9). Pemantauan dilakukan setelah ditemukan tanda-tanda menjelang persalinan, seperti pengerasan pada kelenjar susu dan peningkatan kegelisahan.

Pada Senin pagi, pergerakan Lisa mulai melambat. Pemantauan ketat terus dilakukan hingga sore hari saat indikasi persalinan semakin dekat.

Sekitar 20 menit setelah lahir, tepatnya pukul 19.20 WIB, bayi gajah sudah mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri. Berdasarkan pemeriksaan awal, bayi gajah jantan itu dinyatakan sehat dengan tinggi 96 sentimeter, panjang 101 sentimeter, dan berat 129 kilogram.

Saat ini, tim medis satwa dan para mahout terus melakukan pengawasan melekat 24 jam. Pengawasan dilakukan untuk memantau asupan nutrisi awal serta memastikan kondisi induk dan bayi tetap stabil dan aman.

Balai Taman Nasional Tesso Nilo berharap kelahiran ini menjadi momentum positif dalam memperkuat konservasi gajah sumatra. Masyarakat juga diingatkan akan pentingnya menjaga habitat dan keberlangsungan populasi gajah sumatra di alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....